<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089</id><updated>2012-02-16T19:21:53.461+07:00</updated><title type='text'>fiqih islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-3832724073751242617</id><published>2010-03-12T19:27:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T19:34:18.358+07:00</updated><title type='text'>syarat dan rukun nikah</title><content type='html'>Rukun &amp; Syarat Nikah&lt;br /&gt;17 Desember 2007 — tafany&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Agung, M.Santoso, Ahmadi, Nur Muthmainnah, Ayuningtyas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun adalah bagian dari sesuatu, sedang sesuatu itu takkan ada tanpanya.Dengan demikian, rukun perkawinan adalah ijab dan kabul yang muncul dari keduanya berupa ungkapan kata (shighah). Karena dari shighah ini secara langsung akan menyebabkan timbulnya sisa rukun yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Ijab: ucapan yang terlebih dahulu terucap dari mulut salah satu kedua belah pihak untuk menunjukkan keinginannya membangun ikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Qabul: apa yang kemudian terucap dari pihak lain yang menunjukkan kerelaan/ kesepakatan/ setuju atas apa yang tela siwajibkan oleh pihak pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari shighah ijab dan qabul, kemudian timbul sisa rukun lainnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Adanya kedua mempelai (calon suami dan calon istri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shighah akad bisa diwakilkan oleh dua orang yang telah disepakati oleh syariat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Kedua belah pihak adalah asli: suami dan istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Kedua belah pihak adalah wali: wali suami dan wali istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Kedua belah pihak adalah wakil: wakil suami dan wakil istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Salah satu pihak asli dan pihak lain wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Salah satu pihak asli dan pihak lain wakil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Salah satu pihak wali dan pihak lain wakil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad pernikahan memiliki syarat-syarat syar’i, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdiri dari 4 syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Syarat-syarat akad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Syarat-syarat sah nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Syarat-syarat pelaksana akad (penghulu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Syarat-syarat luzum (keharusan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syarat-syarat Akad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Syarat-syarat shighah: lafal bermakna ganda, majelis ijab qabul harus bersatu, kesepakatan kabul dengan ijab, menggunakan ucapan ringkas tanpa menggantukan ijab dengan lafal yang menunjukkan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Syarat-syarat kedua orang yang berakad:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;± keduanya berakal dan mumayyiz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;± keduanya mendengar ijab dan kabul , serta memahami maksud dari ijab dan qabul adalah untuk membangun mahligai pernikahan, karena intinya kerelaan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Syarat-syarat kedua mempelai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o suami disyaratkan seorang muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * istri disyaratkan bukan wanita yang haram untuk dinikahi, seperti; ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi dari bapak dan dari ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o disyaratkan menikahi wanita yang telah dipastikan kewanitaannya, bukan waria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syarat-syarat Sah Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Calon istri tidak diharamkan menikah dengan calon suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Kesaksian atas pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;³ keharusan adanya saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;³ waktu kesaksian, yaitu kesaksian arus ada saat pembuatan akad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;³ Hikmah adanya kesaksian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan mengandung arti penting dalam islam, karena dapat memberi kemaslahatan dunia dan akhirat. Dengan demikian ia harus diumumkan dan tidak disembunyikan. Dan cara untuk mengumumkannya adalah dengan menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;³ Syarat-syarat saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¥ berakal, baligh, dan merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¥ para saksi mendengar dan memahami ucapan kedua orang yang berakad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¥ jumlah saksi, yatu dua orang laki-laki atau satu orang laki-laki dan dua orang perempuan. Q. S. Al-Baqoroh : 282&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¥ Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¥ adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Lafal (Shighah) akad perkawinan bersifat kekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi keabsahan akad nikah, shighah disyaratkan untuk selamanya (kekal) dan tidak bertempo (nikah mut’ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syarat-syarat Pelaksana Akad (Penghulu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya ialah orang yang menjadi pemimpin dalam akad adalah orang yang berhak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Setiap suami istri berakal, baligh, dan merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Setiap orang yang berakad harus memiliki sifat syar’I : asli, wakil, atau wali dari salah satu kedua mempelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syarat-syarat Luzum (Keharusan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Orang yang mengawinkan orang yang tidak memiliki kemampuan adalah orang yang dikenal dapat memilihkan pasangan yang baik, seperti keluarga atau kerabat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Sang suami harus setara dengan istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Mas kawin harus sebesar mas kawin yang sepatutnya atau semampunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d). Tidak ada penipuan mengenai kemampuan sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e).Calon suami harus bebas dari sifat-sifat buruk yang menyebabkan diperbolehkannya tuntutan perpisahan (perceraian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://tafany.wordpress.com/2007/12/17/rukun-syarat-nikah/)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-3832724073751242617?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/3832724073751242617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/03/syarat-dan-rukun-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3832724073751242617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3832724073751242617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/03/syarat-dan-rukun-nikah.html' title='syarat dan rukun nikah'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-3752843262866979672</id><published>2010-03-12T19:25:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T19:27:03.734+07:00</updated><title type='text'>hukum nikah</title><content type='html'>Hukum nikah ada empat, ditambah satu menjadi menjadi lima, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Wajib, bagi orang yang mengharapkan keturunan, takut akan berbuat zina jika tidak nikah, baik dia ingin atau tidak, meskipun pernikahannya akan memutuskan ibadah yang tidak wajib.&lt;br /&gt;   2. Makruh, bagi orang yang tidak ingin menikah dan tidak mengharapkan keturunan, serta pernikahannya dapat memutuskan ibadah yang tidak wajib.&lt;br /&gt;   3. Mubah, bagi orang yang tidak takut melakukan zina, tidka mengharapkan &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keturunan, dan tidak memutuskan ibadah yang tidak wajib.&lt;br /&gt;   4. Haram, bagi orang yang membahayakan wanita, karena tidak mampu melakukan senggama, tidak mampu memberi nafkah atau memiliki pekerjaan haram, meskipun ia ingin menikah dan tidak takut berbuat zina. Pembagian hukum ini juga berlaku bagi seorang wanita. Sedangkan hukum yang terakhir,&lt;br /&gt;   5. Wajib, bagi wanita yang lemah dalam memelihara dirinya dan tidak ada benteng lain kecuali nikah.&lt;br /&gt;(sumber: http://mutiarahadis.co.cc/?p=174)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-3752843262866979672?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/3752843262866979672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/03/hukum-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3752843262866979672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3752843262866979672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/03/hukum-nikah.html' title='hukum nikah'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-5776947144996099511</id><published>2010-03-12T19:05:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T19:18:11.280+07:00</updated><title type='text'>pengertian nikah</title><content type='html'>Pengertian Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu ibadah yang mulia kedudukannya, menikah berikut prosesi yang mendahului ataupun setelahnya juga memiliki rambu-rambu yang telah digariskan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah sebagai kata serapan dari bahasa Arab bila ditinjau dari sisi bahasa maknanya menghimpun atau mengumpulkan. Kata ini bisa dimutlakkan pada dua perkara yaitu akad dan jima’ (“hubungan” suami istri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengertian nikah secara syar’i adalah seorang pria mengadakan akad dengan seorang wanita dengan tujuan agar ia dapat istimta’ (bernikmat-nikmat) dengan si wanita, dapat beroleh keturunan, dan tujuan lain yang merupakan maslahat nikah.&lt;br /&gt;Akad nikah merupakan mitsaq (perjanjian) di antara sepasang suami istri. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka (para istri) telah mengambil dari kalian (para suami) perjanjian yang kuat.” (An-Nisa`: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad ini mengharuskan masing-masing dari suami dan istri memenuhi apa yang dikandung dalam perjanjian tersebut, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) kalian.” (Al-Ma`idah: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/175-176, Fathul Bari, 9/130, Adz-Dzakhirah, 4/188-189, At-Ta’rifat Lil Jurjani, hal. 237, Asy-Syarhul Mumti’, 12/5, Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/274]&lt;br /&gt;(sumber:klinikhati.blogspot.com/2008/07/pengertian-nikah.html)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-5776947144996099511?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/5776947144996099511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/03/pengertian-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/5776947144996099511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/5776947144996099511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/03/pengertian-nikah.html' title='pengertian nikah'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-915537929087304389</id><published>2010-01-17T09:48:00.000+07:00</published><updated>2010-01-17T09:52:51.820+07:00</updated><title type='text'>Had peminum khamr</title><content type='html'>a. Kewajiban menerapkan hukuman had.&lt;br /&gt;HR. Abu Dawud: “Barangsiapa meminum khamr, maka deralah. Barangsiapa meminum keempat kalinya, maka bunuhlah dia”. Para ulama sepakat menghilangkan hukuman membunuh karena Cuma ada 3 hal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;yang mengizinkan orang dibunuh, yaitu: murtad, membunuh (jiwa dengan jiwa), dan janda yang zina. Mengenai jumlah dera ada perbedaan pendapat, ada yang 80 kali , ada yang 40 kali.&lt;br /&gt;b. Atas dasar apa hukuman diambil: pengakuan pelaku, 2 saksi yang adil&lt;br /&gt;c. Hukum orang yang karena terpaksa meminum khamr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al-Baqarah: 173&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Larangan berobat dengan khamr, khamr bukan obat akan tetapi justru penyakit”.&lt;br /&gt;e. Cara pelaksanaan hukuman terhadap peminum khamr&lt;br /&gt;Caranya adalah peminum khamr itu duduk di atas tanah, dipakaikan padanya baju yang berkain tipis yang tidak dapat melindunginya dari pukulan. Selanjutnya dipukuli bagian punggungnya dengan cemeti sebanyak 80 kali.&lt;br /&gt;(sumber:/sumafone.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-915537929087304389?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/915537929087304389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-peminum-khamr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/915537929087304389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/915537929087304389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-peminum-khamr.html' title='Had peminum khamr'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-1380116272847390695</id><published>2010-01-17T09:46:00.001+07:00</published><updated>2010-01-17T09:48:30.009+07:00</updated><title type='text'>Had Mencuri</title><content type='html'>Pencurian&lt;br /&gt;a. Hukum mencuri: potong kedua tangan&lt;br /&gt;Al-Maidah: 38&lt;br /&gt;Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melalui apa pencurian ditetapkan: pengakuan pencuri, saksi yang adil&lt;br /&gt;c. Syarat-syarat had pemotongan tangan: islam, berakal, baligh, nilai barang yang dicuri tidak kurang dari seperempat dinar, barang curian tersimpan, pencuri bukan anggota keluarga sendiri, bukan pencurian barang-barang haram, barang benar-benar diambil secara diam-diam/ bukan disambar.&lt;br /&gt;d. Kewajiban pencuri setelah dijatuhi hukuman: mengembalikan barang yang dicuri, harus memperanggungjawabkan barang yang dicuri kepada pemilik.&lt;br /&gt;e. Cara ekseksi pemotongan: pemotongan pada teapak tangan kanan pencuri.&lt;br /&gt;f. Pencurian yang wajib dijatuhi hukuman potong tangan: jika lebih dari seperempat dinar ke atas.&lt;br /&gt;g. Hukum bagi orang yang berulangkali mencuri: potong tangan kanan, potong tangan kiri, potong kaki kiri, potong kaki kanan, penjara. Yang menjadi catatan hukuman had potong tangan disini dilakukan apabila kasus sudah sampai pada penguasa. Jika masih bisa dirembukkan dan ada kata maaf maka gugur hukuman atasnya.&lt;br /&gt;h. Hukuman potong tangan terhadap orang yang mengingkari barang pinjaman. Pengertian secara syari’at mengingkari barang pinjaman sama dengan mencuri, jadi dapat dilakukan hukuman potong tangan.&lt;br /&gt;i. Hukum pencurian air, es, rumput, dan tanah. Jika ada nilainya, bisa ditakar dengan uang, maka wajib hukum had.&lt;br /&gt;j. Hukum pencurian burung dan ikan: Jika dipelihara maka had wajib.&lt;br /&gt;k. Hukum pencurian mushaf Al-Qur’an. Dikembalikan ke nisabnya, jika sudah nisab, maka wajib had.&lt;br /&gt;l. Pencurian yang dilakukan beberapa orang: masing-masing dihitung nisabnya, jika mencapai nisab, wajib had.&lt;br /&gt;m. Hukum nassyal (copet), jika nisab, maka had wajib.&lt;br /&gt;n. Menuntun pencuri untuk mengatakan sesuatu yang dapat menggugurkan hukuman potong tangan diperbolehkan, utamanya bagi hakim. Hal ini misal jika bukti tidak ada, atau tertuduh&lt;br /&gt;(sumber:sumafone.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-1380116272847390695?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/1380116272847390695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-mencuri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1380116272847390695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1380116272847390695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-mencuri.html' title='Had Mencuri'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-924818885419219380</id><published>2010-01-17T09:44:00.001+07:00</published><updated>2010-01-17T09:45:51.001+07:00</updated><title type='text'>Pengertian dan Dalil mencuri</title><content type='html'>pengertian memcuri :&lt;br /&gt;arti mencuri, mungkin kita perlu bagi pencurian menjadi dua golongan, yaitu: pencurian secara aktif dan pencurian secara pasif.&lt;br /&gt;Pertama, pencurian secara aktif. Apa maksudnya? Pencurian secara aktif adalah tindakan mengambil hak milik orang lain tanpa sepengetahuan si pemilik .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pencurian secara pasif. Apa maksudnya? Bila pencurian secara aktif berarti tindakan mengambil hak milik seseorang, maka pencurian secara pasif berarti tindakan menahan apa yang seharusnya menjadi miliknya orang lain.&lt;br /&gt;Laknat Tuhan akan turun bila para pencuri dibiarkan leluasa melakukan kejahatannya. Menurut hukum Tuhan, bila pencuri-pencuri itu masih ingin hidup, maka mereka harus mengembalikan apa yang mereka ambil .Berikutnya menyebutkan bahwa bila seekor kambing atau sapi dicuri, maka pencurinya harus membayar kembali lima sapi dan empat kambing. Bagaimana kalau ia tidak mampu membayar? Maka, si pencuri itu harus dijual sampai hutangnya lunas,atau hukuman yang lebih berat, yaitu mengembalikan tujuh kali lipat. Dan bahkan, ada pencurian yang berujung pada hukuman mati. Intinya, sekali lagi, Alkitab sering mengulang-ulang perintah jangan mencuri. Tentunya, hal ini menandai betapa seriusnya Tuhan akan dosa yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil mencuri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * dari Ibnu Umar r.a berkata, “Beliau (Rasulullah) memotong tangan pencuri karena mencuri perisai (baju besi) seharga 3 dirham” (Al Bukhari dalam Al Hudud no.6796 dan Muslim dalam Al Hudud no.1686/6)&lt;br /&gt;    * dari Aisyah r.a, Nabi bersabda, “Tangan harus dipotong karena mencuri ¼ dinar atau lebih” (redaksi Al Bukhari dalam Al Hudud no.6789)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;redaksi Muslim dalam Al Hudud no.1684/2, “Tangan pencuri tidak dipotong melainkan karena mencuri ¼ dinar atau lebih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Nabi bersabda, “Potonglah karena mencuri ¼ dinar, dan jangan potong karena mencuri kurang dari itu.” (Al Bukhari dalam Al Hudud no.6791)&lt;br /&gt;    * dari Rafi’ bin Khudaij menuturkan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: tidak ada hukum potong karena mengambil buah-buahan, begitu pula tandan kurma.” (HR. Ahlus Sunan, Abu Dawud dalam Al Hudud no.4388, dan At Tirmidzi dalam Al Hudud 1449).&lt;br /&gt;    * dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, ia menuturkan, “Aku mendengar dari Muzainah bertanya pada Rasulullah. Katanya, “Wahai Rasulullah, aku datang kepadamu untuk bertanya tentang unta yang tersesat. Beliau menjawab: unta itu membawa sepatunya dan membawa tempat minumnya, ia memakan dedaunan dan meminum air. Biarkanlah ia (jangan diambil) sampai orang yang mencarinya mendapatkannya. Ia bertanya: Bagaimana dengan kambing-kambing yang tersesat? Beliau menjawab: Untukmu, untuk saudaramu, atau untuk serigala. Kumpulkan kambing-kambing itu sehingga orang yang mencarinya datang. Ia bertanya: Lalu bagaimana dengan hewan yang diambil dari tempat gembalaannya? Beliau menjawab: Ia harus membayarnya dua kali lipat dan dihukum cambuk. Sedangkan apa yang diambil dari tempat derum unta, maka ia harus dipotong. Apabila yang diambil mencapai harga perisai (1/4 dinar). Ia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana hukum buah-buahan dan apa yang diambil dari tangkainya? Beliau menjawab: Barangsiapa yang mengambil darinya dengan mulutnya dan tidak mengantonginya, maka tidak ada hukuman atasnya. Dan barangsiapa yang membawanya, maka ia harus membayarnya dua kali dan dihukum cambuk. Apa yang diambil dari penjemurannya (tempat pengeringan biji kurma dan gandum), maka ia dipotong apabila yang diambil mencapai harga perisai. Bila tidak mencapai harga perisai, maka ia membayar denda dua kali lipat dan beberapa kali cambukan.” (HR. Ahlus Sunan, tetapi ini redaksi An-Nasa’I, Abu dawud dalam Al Hudud no.4390; dan an-Nasa’i dalam Qath’ as-Sariq no. 4959.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ma’idah:38-39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil-dalil diatas, saya memahami bahwa seseorang bisa dianggap sebagai pencuri dan dikenai hukum potong tangan apabila pencurian dilakukan pada tempat penyimpanan dan telah mencapai nishab (1/4 dinar, 1 dinar = 4.25 gr emas murni(=1,0625 gr emas murni atau kalau sekarang ( 1gr emas murni 99% = Rp. 174.500&lt;br /&gt;(sumber:nophaendud.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-924818885419219380?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/924818885419219380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-dan-dalil-mencuri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/924818885419219380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/924818885419219380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-dan-dalil-mencuri.html' title='Pengertian dan Dalil mencuri'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-913701240292131969</id><published>2010-01-17T09:40:00.002+07:00</published><updated>2010-01-17T09:41:57.149+07:00</updated><title type='text'>Had Qadzaf</title><content type='html'>a. Artinya: menuduh berbuat zina&lt;br /&gt;b. Hukum: Jika tidak dapat menghadirkan 4 saksi, maka didera 80 kali&lt;br /&gt;c. Syarat-syarat: islam, berakal, baligh, qadzif (orang yang qahzaf) adalah orang yang dikenal di masyarakat sebagai orang taat dan shaleh, adanya tuntutan dari tertuduh, qadzif tidak mendatangkan 4 saksi.&lt;br /&gt;d. Apa yang menjadi dasar penetapan had: pengakuan qadzif, kesaksian 2 orang &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laki-laki yang adil.&lt;br /&gt;e. Diharamkannya qadzaf:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. An-Nuur:4-5, 23.&lt;br /&gt; (4) Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka itulah orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt; (5) Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;(23) Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muttafaqun ‘Alaih: “Jauhilah 7 perkara yang menghancurkan, yaitu: syirik, sihir, membunuh tanpa alasan yang benar, memakan barang riba, memakan harta anak yatim, lari dari perang, serta menuduh zina kepada wanita-wanita mukminah yang baik, yang lengah”.&lt;br /&gt;f. Gugurnya had: jika mampu menghadirkan 4 saksi.&lt;br /&gt;g. Istri menuduh suami berbuat zina.&lt;br /&gt;Hukuman had dilakukan jika syarat-syarat untuk menjatuhkannya terpenuhi. Jika suami menuduh stri berbuat zina, sementara tidak dapat mendatangkan bukti kongkret/saksi, maka hukuman had tidak dapat dilakukan, kecuali jika suami bersumpah li’an. Jika suami tidak bisa mendatangkan saksi dan tidak bisa bersumpah li’an, maka dikenakan hukuman had qadzaf&lt;br /&gt;(sumber:/sumafone.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-913701240292131969?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/913701240292131969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-qadzaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/913701240292131969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/913701240292131969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-qadzaf.html' title='Had Qadzaf'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-3272871693400193339</id><published>2010-01-17T09:19:00.000+07:00</published><updated>2010-01-17T09:39:30.326+07:00</updated><title type='text'>Had zina</title><content type='html'>a. Arti zina: adalah hubungan badan yang dilakukan antara lak-laki dan perempuan tanpa melalui pernikahan yang sah, baik melalui alat kelamin maupun dubur.&lt;br /&gt;b. Hukum zina: 100 kali dera (QS. An-Nuur:2)&lt;br /&gt;c. Syarat-syarat pemberlakuan had zina: pelaku zina adalah muslim dan berakal, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukan dengan senang hati perbuatan zina dan tidak ada perasaan benci, mengakui perbuatan sedang ia dalam keadaan stabil (jika tidak mengakui setidaknya harus ada 4 saksi), tidak ada pencabutan pengakuan pelaki zina.&lt;br /&gt;d. Cara memberlakukan had zina kepada wanita yang berzina: Perawan (didera 100 kali dan diasingkan 1 tahun), janda/ bersuami (didera 100 kali kemudian dirajam/dilempari batu).&lt;br /&gt;e. Hukum perempuan yang diperkosa, jika ada saksi maka lepas dari hukuman had.&lt;br /&gt;f. Rajam bagi wanita muhshan yang hamil karena zina: dirajam setelah melahirkan.&lt;br /&gt;g. Batalnya kesaksian dan gugurnya hukuman had jika wanita itu masih gadis atau kemaluannya sangat sempit sehingga kemaluan laki-laki akat terputus karenanya.&lt;br /&gt;h. Mendera dengan tandan kurma ketika yang didera dalam keadaan sakit&lt;br /&gt;(sumber:sumafone.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-3272871693400193339?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/3272871693400193339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-zina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3272871693400193339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3272871693400193339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/had-zina.html' title='Had zina'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-2854619176129493560</id><published>2010-01-17T09:15:00.001+07:00</published><updated>2010-01-17T09:19:16.971+07:00</updated><title type='text'>Waktu Yang Diharamkan Untuk Sholat</title><content type='html'>Diantarara dalil-dalil tentang waktu-waktu yang dilarang shalat adalah :&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abi Sa’id bahwa Nabi saw bersabda,”Tidak ada shalat setelah shalat ashar hingga terbenam matahari dan tidak ada shalat setelah shalat fajar hingga terbit matahari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad dari ‘Amr bin Abasah yang berkata : “Saya bertanya,’Wahai Nabi Allah ceritakanlah kepadaku tentang shalat.’ Lalu Nabi saw bersabda,’Lakukanlah shalat shubuh kemudian tahanlah untuk melakukan shalat hingga terbit matahari dan terangkat naik karena ia terbit diantanra dua tanduk setan dan pada saat itu orang-orang kafir bersujud kepadanya. Kemudian kerjakanlah shalat karena shalat itu disaksikan dan dihadiri oleh para malaikat sampai engkau melakukan shalat ashar hingga terbenam matahari karena ia terbenam diantara dua tanduk setan dan pada saat itu orang-orang kafir sujud kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi didalam syarhnya memberikan penjelasan tentang dua tanduk setan dengan menyebutkan beberapa pendapat, diantaranya ada yang mengatakan bahwa ia adalah kelompok dan pengikutnya, ada yang mengatakan bahwa ia adalah kekuatan, kemenangan dan tersebar luasnya kerusakan dan ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah dua tanduk yang ada diujung kepala (lahiriyahnya) dan pendapat inilah yang kuat. Mereka mengatakan bahwa setan mendekatkan kepalanya ke matahari pada waktu-waktu ini agar tampak bahwa orang-orang kafir yang sujud kepada matahari seolah-olah sujud kepadanya (setan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu seperti ini setan dan para pengikutnya tampak menguasai dan mendominasi untuk bisa mengacaukan shalat orang-orang yang melakukannya, Maka dimakruhkan melaksanakan shalat pada saat-saat seperti itu demi menjaga shalatnya sebagaimana dimakruhkannya melaksanakan shalat di tempat-tempat yang mejadi tempatnya setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lainnya oleh Jama’ah kecuali Bukhori dari Uqbah bin Amir berkata,”Ada tiga waktu yang Nabi saw melarang kami untuk melakukan shalat dan menguburkan mayat pada saat itu. Pertama, ketika matahari terbit hingga terangkat naik. Kedua, ketika tepat berada di tengah langit. Ketiga, ketika ia condong hendak terbenam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga hadits diatas didapat bahwa ada lima waktu yang dilarang melakukan shalat didalamnya, yaitu : setelah shalat shubuh hingga terbit matahari, ketika matahari terbit sampai terangkat naik kira-kira sepenggelah, ketika matahari tepat berada di tengah-tengah langit, setelah shalat shubuh hingga terbenam matahari dan saat terbenam matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jumhur ulama berpendapat bahwa shalat-shalat yang dilarang pada waktu-waktu tersebut adalah shalat-shalat sunnah, sementara Imam Syafi’i mengatakan bahwa ia adalah shalat-shalat sunnah yang tidak memiliki sebab, bebeda dengan para ulama Hanafi yang melarang melakukan semua macam shalat bahkan shalat fardhu sekali pun kecuali shalat ashar hari itu dan shalat jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ukuran yang yang dipakai didalam penentuan waktu-waktu yang dilarang shalat adalah dengan melihat keadaan dan kondisi matahari baik ketika ia terbit, naik, berada di tengah-tengah atau tenggelam dan hal ini lebih universal untuk bisa diterima oleh seluruh kaum muslimin di daerah dan negeri mana pun mereka berada. Lain halnya apabila penentuan itu dengan menggunakan jam—seperti petanyaan anda diatas—maka ini sangatlah relatif dan pasti terjadi perbedaan antara satu negeri dengan negeri lainnya, antara daerah Indonesia bagian barat dengan bagian timur, atau antara bulan ini dengan dua bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang apakah shalat dhuha yang anda lakukan antara jam 07.15 – 07.30 sudah masuk waktu shalat dhuha ataukah ia masih termasuk dalam waktu-waktu yang dilarang shalat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga waktu matahari tergelincir, meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik, sebagaimana diriwayatkan Muslim, Tirmidzi dan Ahmad dari Zaid bin Arqam berkata,”Nabi saw keluar menuju penduduk Quba’ dan ketika itu mereka sedang melaksanakan shalat dhuha. Beliau bersabda,’Inilah waktu shalat al-awwabin (shalat dhuha), yaitu sewaktu anak-anak unta telah bangkit karena kepanasan cahaya matahari pagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa akhir waktu shalat dhuha kira-kira seperempat jam atau lebih sedikit sebelum masuk waktu zhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian apabila anda melakukan shalat dhuha pada pukul 07.15 maka ia sudah masuk kedalam waktu dhuha karena waktu dhuha berawal dari berakhirnya waktu yang dilarang atau pada saat matahari naik sepenggelah dan para ulama kontemporer mengatakan bahwa waktunya adalah kira-kira 15 menit setelah terbit matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada umumnya waktu terbit matahari berkisar antara jam enam kurang atau lebih sedikit. Jadi apabila ditambah dengan 15 menit yang menjadi awal waktu shalat dhuha maka ia masih berada pada kisaran jam enaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar anda lebih tenang dalam melaksanakan shalat dhuha pada masa-masa selanjutnya maka anda bisa melihat daftar waktu shalat yang biasanya disana dicantumkan waktu syuruq (terbit matahari) maka akhir waktu yang dilarang adalah kira-kira 15 menit setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;(sumber:/www.eramuslim.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-2854619176129493560?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/2854619176129493560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/waktu-yang-diharamkan-untuk-sholat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2854619176129493560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2854619176129493560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/waktu-yang-diharamkan-untuk-sholat.html' title='Waktu Yang Diharamkan Untuk Sholat'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-4439814065870354805</id><published>2010-01-17T09:13:00.001+07:00</published><updated>2010-01-17T09:14:47.764+07:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN ZINA</title><content type='html'>Zina bisa dipilah menjadi dua macam pengertian, yaitu pengertian zina yang bersifat khusus dan yang dalam pengertian yang bersifat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian yang bersifat umum meliputi yang berkonsekuensi dihukum hudud dan yang tidak. Yaitu hubungan seksual antara laki-laki dan wanita yang bukan haknya pada kemaluannya.Dan dalam pengertian khusus adalah yang semata-mata mengandung konsekuensi hukum hudud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Zina Dalam Pengertian Khusus Sedangkan yang dalam pengertian khusus hanyalah yang berkonsekuensi pelaksanaan hukum hudud. Yaitu zina yang melahirkan konsekuensi hukum hudud, baik rajam atau cambuk. Bentuknya adalah hubungan kelamin yang dilakukan oleh seorang mukallaf yang dilakukan dengan keinginannya pada wanita yang bukan haknya di wilayah negeri berhukum Islam.Untuk itu konsekuensi hukumya adalah cambuk 100 kali sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Al-Kariem :Wanita dan laki-laki yang berzina maka jilidlah masing-masing mereka 100 kali. Dan janganlah belas kasihan kepada mereka mencegah kamu dari menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang beriman. (QS. An-Nuur : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Al-Malikiyah mendefinisikan bahwa zina itu adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh seorang mukallaf muslim pada kemaluan wanita yang bukan haknya (bukan istri atau budak) tanpa syubhat atau disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan As-syafi'iyyah mendefiniskan bahwa zina adalah masuknya kemaluan laki-laki atau bagiannya ke dalam kemaluan wanita yang bukan mahram dengan dilakukan dengan keinginannya di luar hal yang syubhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Al-Hanabilah mendefinisikan bahwa zina adalah perbuatan fahisyah (hubungan seksual di luar nikah) yang dilakukan pada kemaluan atau dubur.Namun untuk menjalankan hukum zina seperti ini, maka ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi antara lain :1. Pelakunya adalah seorang mukallaf , yaitu aqil dan baligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bila seorang anak kecil atau orang gila melakukan hubungan seksual di luar nikah maka tidak termasuk dalam kategori zina secara syar`i yang wajib dikenakan sangsi yang sudah baku. Begitu juga bila dilakukan oleh seorang idiot yang para medis mengakui kekuranganya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pasangan zinanya itu adalah seorang manusia baik laki-laki ataupun seorang wanita. Sehingga bila seorang laki-laki berhubungan seksual dengan binatang seperti anjing, sapi dan lain-lain tidak termasuk dalam kategori zina, namun punya hukum tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dilakukan dengan manusia yang masih hidup. Sedangkan bila seseorang menyetubuhi seorang mayat yang telah mati, juga tidak termasuk dalam kategori zina yang dimaksud dan memiliki konsekuensi hukum tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa zina itu hanyalah bila dilakukan dengan memasukkan kemaluan lak-laki ke dalam kemaluan wanita . Jadi bila dimasukkan ke dalam dubur (anus), tidak termasuk kategori zina yang dimaksud dan memiliki hukum tersendiri. Namun Imam Asy-Syafi`i dan Imam Malik dan Imam Ahmad tetap menyatakan bahwa hal itu termasuk zina yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perbuatan itu dilakukan bukan dalam keadaan terpaksa baik oleh pihak laki-laki maupun wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perbuatan itu dilakukan di negeri yang secara resmi berdiri tegak hukum Islam secara formal , yaitu di negeri yang 'adil'atau 'darul-Islam'. Sedangkan bila dilakukan di negeri yang tidak berlaku hukum Islam, maka pelakunya tidak bisa dihukum sesuai dengan ayat hudud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zina Dalam Pengertian UmumZina tangan, mata, telinga dan hati merupakan pengertian zina yang bermakna luas. Tentu saja zina seperti ini tidak berkonsekuensi kepada hukum hudud baik rajam atau cambuk dan pengasingan setahun. Namun zina dalam pengertian ini juga melahirkan dosa dan ancaman siksa dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil larangan zina secara umum adalah firman Allah SWT :Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa' : 32) lalu menyambung pertanyaan akhi diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yang termasuk zina adalah apa-apa yang telah ditetapkan oleh Hukum Syar'i contohnya ialah seperti keterangan diatas baik menurut imam² Madzhab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yang termasuk Zina Besar adalah masuknya kemaluan laki-laki atau bagiannya ke dalam kemaluan wanita yang bukan mahram dengan dilakukan dengan keinginannya di luar hal yang syubhat.dan yang termasuk zina kecil seperti keterangan hadist dibawah iniDari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. Sabdanya : “Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan zinanya memegang. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” (Hadis Shahih Muslim No. 2282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat dari Hadis Shahih Muslim tersebut, sudah jelas-jelas bahwa Pacaran itu termasuk Zina. Zina Mata = Memandang, Zina Telinga = Mendengar, Zina Lidah = Berkata, Zina Tangan = Memegang, Zina Kaki = Melangkah, Zina Hati = Ingin dan RinduMemang ini semua masuk dalam kategori Zina kecil. Tapi ini semua menjadi pintu untuk melakukan Zina besar , seperti dijelaskan pada akhir hadis yang berbunyi “…sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.”Kenapa? Karena tidaklah mungkin orang akan berzina besar, jika zina kecil ini tidak dilakukan terlebih dahulu. Jadi meskipun zina kecil, hal ini juga tetap haram hukumnya.Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,Wassalam Hartono - Mangga Besar XIII&lt;br /&gt;(sumber:http://dirga-sma-khadijah-surabaya.blogspot.com/2009/03/pengertian-zina.html)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-4439814065870354805?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/4439814065870354805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-zina.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4439814065870354805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4439814065870354805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-zina.html' title='PENGERTIAN ZINA'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-3880244172277961530</id><published>2010-01-16T20:48:00.001+07:00</published><updated>2010-01-16T20:52:23.487+07:00</updated><title type='text'>HUKUM DAGING QURBAN</title><content type='html'>Qurban yang wajib iaitu yang dinazarkan ataupun yang ditentukan sama ada dengan menyebut, Ini adalah qurban, maka orang yang berqurban tidak boleh memakannya. Dia wajib menyedekahkan semuanya sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kepada binatang qurban yang ditentukan juga, perlu disembelih seperti ibunya, tetapi bezanya ia boleh dimakan kesemuanya oleh tuan yang mengurbankannya kerana disamakan dengan hukum susu, kerana tuannya harus meminum susu binatang qurban yang selebih daripada anaknya walaupun perbuatan itu makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi qurban sunat, maka tuannya sunat memakannya, iaitu yang afdhalnya dia hendaklah memakannya beberapa suap sebagai mengambil berkat. Ini bersesuaian dengan firman Allah subhanahu wata'ala:&lt;br /&gt;{ فَكُلُواْ مِنْهَا وَأَطْعِمُواْ الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ }&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;Dengan yang demikian makanlah kamu dari (daging) binatang-binatang qurban itu dan berilah makan kepada orang yang susah, yang fakir miskin.&lt;br /&gt;(Surah Al-Hajj, 22:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith yang diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi pula ada menyebut bahawa Rasulullah sallallahu 'alayhi wasallam telah memakan sebahagian daripada hati binatang qurbannya. Hukum memakan daging qurban pula tidak wajib, ini berdasarkan firman Allah subhanahu wata�ala:&lt;br /&gt;{ وَالْبُدْنَ جَعَلْنَهَا لَكُم مِّن شَعَآئِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ }&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;Dan Kami jadikan unta (yang dihadiahkan kepada fakir miskin Makkah itu) sebahagian dari syi'ar agama Allah untuk kamu; pada menyembelih unta yang tersebut ada kebaikan bagi kamu.&lt;br /&gt;(Surah Al-Hajj, 22:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahawa ia dijadikan untuk kita. Setiap perkara yang dijadikan untuk manusia, maka dia diberi pilihan sama ada mahu memakannya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berqurban juga boleh menjamu kepada kalangan yang kaya, tetapi tidak boleh diberi milik kepada mereka. Yang boleh cuma dihantar kepada mereka sebagai hadiah yang mana mereka tidak akan menjualnya atau sebagainya&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Mengikut pendapat dalam qawl jadid, orang yang berqurban boleh memakan sebahagian daripada qurbannya. Mengikut qawl qadim pula harus memakan sebanyak separuh, manakala bakinya hendaklah disedekahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian ulama' berpendapat daging qurban dibahagikan kepada tiga bahagian iaitu 1/3 daging disedekahkan dalam keadaan mentah, 1/3 daging dimasak dan dibuat jamuan dan 1/3 daging dimakan oleh orang yang berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang asah pula, adalah wajib bersedekah dengan sebahagian daripada daging qurban walaupun sedikit kepada orang Islam yang fakir walaupun seorang. Walaubagaimanapun, yang lebih afdhal hendaklah disedekahkan kesemuanya kecuali memakannya beberapa suap untuk mengambil keberkatan seperti yang telah dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi qurban sunat pula, orang yang berqurban boleh sama ada bersedekah dengan kulit binatang tersebut atau menggunakan sendiri, seperti mana dia harus mengambil faedah daripada binatang itu semasa hidupnya. Tetapi bersedekah adalah lebih afdhal. Bagi qurban yang wajib pula, kulit binatang itu wajib disedekahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban juga tidak harus dibawa keluar dari negeri asalnya sebagaimana yang ditetapkan dalam masalah membawa keluar zakat.&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-3880244172277961530?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/3880244172277961530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/hukum-daging-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3880244172277961530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3880244172277961530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/hukum-daging-qurban.html' title='HUKUM DAGING QURBAN'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-9074596670914883057</id><published>2010-01-16T20:47:00.001+07:00</published><updated>2010-01-16T20:48:28.901+07:00</updated><title type='text'>PERKARA MAKRUH KETIKA BERQURBAN</title><content type='html'>Berlaku kasar kepada binatang yang hendak diqurbankan seperti mengheret atau memukul semasa membawa ke tempat sembelihan atau seumpamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerah susu atau menggunting bulu atau mengambil sebarang faedah dari binatang yang hendak dijadikan qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menghadapkan ke arah qiblat semasa sembelihan dilakukan&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Bercukur atau memotong kuku setelah tiba bulan Zulhijjah hingga penyembelihan qurban selesai dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang telah dibeli untuk tujuan qurban adalah makruh dijual kerana ia telah ditentukan untuk qurban.&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-9074596670914883057?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/9074596670914883057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/perkara-makruh-ketika-berqurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/9074596670914883057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/9074596670914883057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/perkara-makruh-ketika-berqurban.html' title='PERKARA MAKRUH KETIKA BERQURBAN'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-5328946604794848991</id><published>2010-01-16T20:45:00.000+07:00</published><updated>2010-01-16T20:47:10.296+07:00</updated><title type='text'>PERKARA SUNAT KETIKA BERQURBAN</title><content type='html'>Sunat menambat binatang yang hendak diqurbankan itu beberapa hari sebelum disembelih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digantung tanda pada binatang yang hendak diqurbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawa dengan baik dan ihsan ketika ke tempat penyembelihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunatkan juga orang yang berqurban menyembelihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat dihadapkan ke arah qiblat ketika menyembelih qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat memilih binatang yang paling gemuk, terelok dan terbesar untuk dijadikan qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat digunakan alat yang paling tajam dan diperbuat daripada besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai disembelih maka sunat ditunggu sehingga binatang yang disembelih itu sejuk dan semua anggota tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat bagi mereka yang mahu melakukan qurban tidak bercukur dan tidak memotong kukunya setelah tiba bulan Zulhijjah sehingga telah selesai berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang qurban sunat dibaringkan di atas rusuk kiri sebelum dilakukan penyembelihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat ketika sembelihan qurban dilakukan adalah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca basmalah.&lt;br /&gt;Bersalawat ke atas Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;Binatang diarahkan ke arah qiblat.&lt;br /&gt;Bertakbir sebelum atau selepas membaca basmalah.&lt;br /&gt;Berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Orang yang berqurban hendaklah membaca doa seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ini adalah nikmat yang datang dariMu dan dengannya aku mohon untuk dapat mendampingiMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Sunat wakil yang melakukan sembelihan menyebutkan orang yang mewakilkannya seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nama Allah dan Engkau Yang Maha Besar, ini daripadaMu dan untukMu. Terimalah Ya Allah daripada si pulan, si pulan.....&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-5328946604794848991?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/5328946604794848991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/perkara-sunat-ketika-berqurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/5328946604794848991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/5328946604794848991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/perkara-sunat-ketika-berqurban.html' title='PERKARA SUNAT KETIKA BERQURBAN'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-3425285636866741038</id><published>2010-01-16T20:42:00.000+07:00</published><updated>2010-01-16T20:44:51.234+07:00</updated><title type='text'>BINATANG QURBAN</title><content type='html'>Perbincangan tentang binatang qurban ini meliputi empat perkara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis binatang yang diqurban.&lt;br /&gt;Umur binatang qurban.&lt;br /&gt;Kadar binatang yang disembelih.&lt;br /&gt;Sifat�sifat binatang qurban.&lt;br /&gt;1. Jenis Binatang Yang Diqurban&lt;br /&gt;Para ulama� sependapat bahawa ibadah qurban tidak sah kecuali dengan menggunakan binatang an�am, iaitu binatang jinak yang berkaki empat seperti unta, lembu dan kerbau,  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kambing biri�biri dan semua yang termasuk dalam jenisnya, sama ada jantan atau betina. Oleh itu, tidak sah berqurban dengan menggunakan binatang yang lain daripada binatang an�am ini seperti kerbau liar dan kijang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah subhanahu wata�ala:&lt;br /&gt;{ وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ اْلأَنْعَمِ }&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;�Dan bagi tiap-tiap satu umat, Kami syari�atkan ibadah menyembelih qurban (atau lain-lainnya) supaya mereka menyebut nama Allah sebagai bersyukur akan pengurniaanNya kepada mereka: binatang-binatang ternak yang disembelih itu.�&lt;br /&gt;(Surah Al-Hajj 22:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terdapat sebarang dalil sama ada yang dinaqalkan daripada Rasulullah sallallahu �alayhi wasallam atau sahabat yang menunjukkan mereka berqurban dengan binatang selain daripada binatang-binatang ternakan (an�am) ini. Oleh kerana qurban merupakan satu ibadah yang dikaitkan dengan binatang, maka ia hanya ditentukan kepada binatang an�am sahaja sama seperti ibadah zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun binatang yang lebih afdhal diqurban ialah unta diikuti dengan lembu kemudian biri-biri atau kibasy kemudian kambing. Ini memandangkan kuantiti dagingnya yang lebih banyak bagi maksud pengagihan yang lebih meluas untuk fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi sallallahu �alayhi wasallam juga telah bersabda yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Sesiapa yang mandi pada hari Jumaat dengan mandi junub, kemudian dia pergi (ke Jumaat) maka dia seolah-olah telah berqurban seekor unta. Sesiapa yang pergi pada saat kedua maka dia seolah-olahnya berqurban dengan seekor lembu. Sesiapa yang pergi pada saat ketiga maka dia seolah-olah berqurban dengan seekor kibasy yang bertanduk.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Umur Binatang Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur binatang yang hendak diqurbankan berbeza-beza mengikut jenis binatang iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unta disyaratkan telah berumur lima tahun dan masuk ke umur enam tahun.&lt;br /&gt;Kambing dan lembu disyaratkan telah berumur dua tahun dan masuk ke umur tiga tahun.&lt;br /&gt;Kibasy disyaratkan telah memasuki umur dua tahun.&lt;br /&gt;Bagi anak unta, lembu, kambing dan kibasy yang telah berumur dua tahun lebih (yang telah bersalin gigi) harus dijadikan qurban.&lt;br /&gt;3. Kadar Binatang Yang Disembelih&lt;br /&gt;Para fuqaha� bersepakat mengatakan bahawa seekor kambing atau kibasy hanya mencukupi sebagai qurban untuk seorang sahaja. Seekor unta atau lembu pula mencukupi untuk menjadi qurban bagi tujuh orang. Ini berdasarkan hadith Jabir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Kami berqurban bersama Rasulullah sallallahu �alayhi wasallam semasa di Hudaybiyah dengan seekor unta atau seekor lembu untuk tujuh orang.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim pula menyebut :&lt;br /&gt;�Kami keluar bersama Rasulullah sallallahu �alayhi wasallam dan kami berniat Haji. Maka Rasulullah sallallahu �alayhi wasallam telah memerintahkan kami supaya berkongsi mengurbankan seekor unta atau seekor lembu. Setiap tujuh orang berkongsi seekor unta.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sifat�Sifat Binatang Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat�sifat binatang qurban sama ada betina atau jantan yang digariskan oleh syara� adalah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang penglihatannya iaitu tidak buta.&lt;br /&gt;Tidak cacat seperti kudung kaki, putus ekornya, terpotong hidungnya atau sebagainya.&lt;br /&gt;Gemuk, tidak harus pada binatang yang terlalu kurus.&lt;br /&gt;Ciri-ciri yang afdhal terdapat pada binatang qurban itu:&lt;br /&gt;Gemuk pada keseluruhan anggotanya.&lt;br /&gt;Bertanduk.&lt;br /&gt;Putih warna bulunya (pada kibasy).&lt;br /&gt;Jantan.&lt;br /&gt;Sifat yang makruh pada binatang qurban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabit telinganya.&lt;br /&gt;Terpotong sedikit bahagian belakang atau depan telinganya.&lt;br /&gt;Tidak mempunyai tanduk sejak asalnya.&lt;br /&gt;Patah tanduk sebelah atau keduanya atau pecah bahagian tanduknya.&lt;br /&gt;Tanggal sebahagian giginya disebabkan tua atau jatuh.&lt;br /&gt;Kabur penglihatannya.&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-3425285636866741038?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/3425285636866741038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/binatang-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3425285636866741038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3425285636866741038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/binatang-qurban.html' title='BINATANG QURBAN'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-4639795365157576881</id><published>2010-01-16T20:39:00.001+07:00</published><updated>2010-01-16T20:42:13.957+07:00</updated><title type='text'>WAKTU PELAKSANAAN IBADAH QURBAN</title><content type='html'>Waktu bagi menyembelih qurban bermula setelah selesai sembahyang Hari Raya dan bacaan khutbahnya iaitu setelah naik matahari sekadar segalah. Masanya berterusan siang dan malam sehingga Hari Tasyrik yang akhir iaitu sebelum terbenam matahari pada hari tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berdasarkan hadis Nabi yang diriwayat oleh Al-Barra� bin �Azib :&lt;br /&gt;�Perkara pertama yang kita mulakan pada hari ini ialah bersembahyang, kemudian kita balik dan melakukan penyembelihan qurban. Sesiapa yang melakukan demikian maka dia telah menepati sunnah kami. Sesiapa yang menyembelih sebelum itu, maka ia merupakan daging yang disediakan untuk ahli keluarganya. Ia tidak dikira sebagai ibadah khas (qurban) ini sedikit pun.�&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-4639795365157576881?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/4639795365157576881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/waktu-pelaksanaan-ibadah-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4639795365157576881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4639795365157576881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/waktu-pelaksanaan-ibadah-qurban.html' title='WAKTU PELAKSANAAN IBADAH QURBAN'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-1956917204146746086</id><published>2010-01-16T20:36:00.000+07:00</published><updated>2010-01-16T20:38:32.162+07:00</updated><title type='text'>SYARAT-SYARAT QURBAN</title><content type='html'>Syarat qurban dapat dibahagikan kepada 3 bahagian iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Wajib/Sunat Qurban.&lt;br /&gt;Syarat Sah Qurban.&lt;br /&gt;Syarat Mereka Yang Dituntut Berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Wajib/Sunat Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk dijadikan ibadah qurban wajib ataupun sunat adalah disyaratkan dia mampu melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang dianggap mampu ialah mereka yang mempunyai harga untuk binatang qurban yang lebih daripada keperluannya dan keperluan mereka yang di bawah tanggungannya untuk hari raya dan hari�hari tasyrik kerana inilah tempoh masa bagi melakukan qurban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kedudukannya sama seperti dalam masalah zakat fitrah, mereka mensyaratkan ia hendaklah merupakan yang lebih daripada keperluan seseorang juga keperluan mereka yang di bawah tanggungannya pada hari raya puasa dan juga malamnya sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Sah Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah binatang yang diqurbankan itu tidak mempunyai sebarang kecacatan yang menyebabkan kekurangan kuantiti dagingnya ataupun menyebabkan kemudharatan terhadap kesihatan. Contohnya cacat yang teruk pada salah satu matanya, berpenyakit yang teruk, tempang atau kurus yang melampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah qurban itu dalam masa yang tertentu iaitu selepas sembahyang Hari Raya Haji pada 10 Zulhijjah hingga sebelum terbenam matahari pada akhir Hari Tasyrik iaitu pada 13 Zulhijjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah disembelih oleh orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berkongsi mengorbankan unta atau lembu tidak lebih dari tujuh orang di mana masing�masing menyumbang 1/7 bahagian.&lt;br /&gt;Syarat Mereka Yang Dituntut Berqurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam.&lt;br /&gt;Merdeka.&lt;br /&gt;Aqil Baligh.&lt;br /&gt;Bermukim atau Musafir.&lt;br /&gt;Berkemampuan.&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-1956917204146746086?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/1956917204146746086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-syarat-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1956917204146746086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1956917204146746086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-syarat-qurban.html' title='SYARAT-SYARAT QURBAN'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-8341098603944737947</id><published>2010-01-16T20:34:00.002+07:00</published><updated>2010-01-16T20:36:06.763+07:00</updated><title type='text'>Pembahagian Ibadah Qurban</title><content type='html'>Terdapat dua jenis qurban iaitu qurban wajib dan qurban sunat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban Wajib&lt;br /&gt;Qurban Nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya apabila seseorang menyebut, Kerana Allah wajib ke atasku berqurban seekor kambing atau seekor unta ini ataupun dengan menyebut, Aku jadikan kambing ini sebagai qurban&lt;br /&gt;Sama sahaja hukumnya dalam hal sama ada yang menyebutnya itu seorang yang kaya ataupun seorang fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang dibelikan untuk tujuan qurban oleh seorang fakir. Apabila seorang fakir membeli seekor kambing dengan niat untuk diqurbankan, maka ia menjadi wajib. Ini kerana membeli dengan tujuan berqurban oleh seseorang yang tidak wajib melakukannya dikira wajib kerana perbuatan ini dikira sebagai satu nazar.&lt;br /&gt;Qurban Sunat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban sunat ialah qurban yang dilakukan oleh seseorang yang berkemampuan melakukannya sama ada miskin ataupun yang bermusafir, yang tidak berniat nazar atau membeli dengan tujuan qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT QURBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat qurban dapat dibahagikan kepada 3 bahagian iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Wajib/Sunat Qurban.&lt;br /&gt;Syarat Sah Qurban.&lt;br /&gt;Syarat Mereka Yang Dituntut Berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Wajib/Sunat Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk dijadikan ibadah qurban wajib ataupun sunat adalah disyaratkan dia mampu melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang dianggap mampu ialah mereka yang mempunyai harga untuk binatang qurban yang lebih daripada keperluannya dan keperluan mereka yang di bawah tanggungannya untuk hari raya dan hari�hari tasyrik kerana inilah tempoh masa bagi melakukan qurban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kedudukannya sama seperti dalam masalah zakat fitrah, mereka mensyaratkan ia hendaklah merupakan yang lebih daripada keperluan seseorang juga keperluan mereka yang di bawah tanggungannya pada hari raya puasa dan juga malamnya sahaja.&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-8341098603944737947?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/8341098603944737947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pembahagian-ibadah-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/8341098603944737947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/8341098603944737947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pembahagian-ibadah-qurban.html' title='Pembahagian Ibadah Qurban'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-7070534253285029531</id><published>2010-01-16T20:30:00.003+07:00</published><updated>2010-01-16T20:34:15.293+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Qurban</title><content type='html'>Dari segi bahasa, qurban bermaksud sesuatu yang dikorbankan kerana Allah subhanahu wata'ala.&lt;br /&gt;Dari sudut syara', qurban bermaksud menyembelih binatang yang tertentu pada masa-masa yang tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala.&lt;br /&gt;PENSYARI'ATAN DAN HIKMAHNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban telah disyari'atkan pada tahun kedua hijrah sama seperti ibadah zakat dan sembahyang Hari Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah subhanahu wata�ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;Maka kerjakanlah sembahyang kerana Tuhanmu dan sembelihlah qurban (sebagai tanda syukur)&lt;br /&gt;(Surah Al-Kauthar 108:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah disyari'atkan qurban ialah sebagai tanda bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala di atas segala nikmatNya yang berbagai dan juga di atas kekalnya manusia dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga bertujuan menjadi kifarah bagi pelakunya, sama ada disebabkan kesilapan-kesilapan yang telah dilakukan ataupun dengan sebab kecuaiannya dalam menunaikan kewajipan di samping memberikan kelegaan kepada keluarga orang yang berqurban dan juga mereka yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban tidak memadai dengan menghulurkan nilai harganya, berbeza dengan ibadah zakat fitrah yang bermaksud memenuhi keperluan golongan fakir, Imam Ahmad dikatakan menyebut amalan menyembelih qurban adalah lebih afdhal daripada bersedekah dengan nilai harganya.&lt;br /&gt;HUKUM MELAKUKAN QURBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum melakukan qurban ialah sunnah mu'akkadah bagi sesiapa yang mampu melakukannya.&lt;br /&gt;Sabda Nabi Muhammad sallallahu 'alayhi wasallam yang bermaksud:&lt;br /&gt;Aku diperintahkan agar menyembelih qurban dan ia sunat bagi kamu&lt;br /&gt;(Riwayat Tirmizi)&lt;br /&gt;(sumber:www.indonesiaindonesia.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-7070534253285029531?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/7070534253285029531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7070534253285029531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7070534253285029531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-qurban.html' title='Pengertian Qurban'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-4731400350100905613</id><published>2010-01-16T20:25:00.000+07:00</published><updated>2010-01-16T20:27:08.225+07:00</updated><title type='text'>Diyat</title><content type='html'>DIYAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Diyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diyat adalah harta yang wajib dibayar oleh pelaku kepada korban atau walinya disebabkan karena perbuatan jinayat (kriminal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن قتل مؤمنا خطأ فتحرير رقبة مؤمنة ودية مسلمة الى اهله ان يصدقوا ( النساء 92 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa membunuh &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang Mu'min karena tersalah, (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba shaya yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu) kecuali jika mereka (keluarga si terbunuh) bersedekah". (QS. An-Nisa: 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Macam-Macam Diyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuqaha telah sependapat bahwa diyat karena pembunuhan terhadap seorang merdeka dan muslim adalah 100 ekor unta, bagi orang yang mempunyai unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam madzhab Maliki diyat itu dibagi 3 macam: diyat pembunuhan tersalah, diyat pembunuhan sengaja apabila diterima, dan diyat pembunuhan mirip sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i berpendapat bahwa diyat itu terbagi 2 macam saja, yaitu: diyat ringan yang dikenakan pada pembunuhan tersalah dan diyat berat yang dikenakan pada pembunuhan sengaja dan mirip sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa diyat itu ada 2 macam, yaitu: diyat pembunuhan tersalah dan diyat pembunuhan mirip sengaja. Bagi dia, diyat pembunuhan sengaja itu tidak ada. Yang harus dibayar pada pembunuhan sengaja itu adalah apa yang dihasilkan oleh perundingan (kesepakatan) di antara kedua belah pihak dan harus dibayar tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kadar Dalam Diyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ulama berbeda pendapat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Imam Syafi'i berpendapat bahwa pada dasarnya diyat itu adalah 100 ekor unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Imam Malik, Abu Hanifah dan segolongan fuqaha sependapat bahwa diyat itu tidak bisa diambil kecuali dari unta, emas atau perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Abu Yusuf, Muhammad bin Al-Hasan dan 7 fuqaha Madinah berpendapat bahwa pemilik kambing dikenai diyat sebanyak 2000 ekor, pemilik sapi 200 ekor, dan pemilik pakaian 200 potong pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PEMBUKTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan kebenaran dalam kasus kejahatan mana yang harus di qisas dan mana yang dikenai diyat saja diperlukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alat yang dipakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i dan Imam Malik berpendapat bahwa alat yang dipakai untuk membunuh juga dipakai untuk mengqisas. Mereka berpegang pada hadits Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان يهوديا رضخ رأس امرءة بحجر فرضخ النبي صلى الله عليه وسلم رأسه بحجر او قال بين حجرين.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwasanya seorang Yahudi memukul kepala seorang perempuan dengan batu. Maka Nabi Muhammad memukul Yahudi itu dengan batu pula. Atau dia mengatakan antara dua batu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengikut Imam Malik berselisih pendapat tentang orang yang membakar orang lain, apakah dia harus dibalas dengan dibakar, meski mereka pun sepakat dengan Imam Malik dalam hal meniru bentuk (cara) pembunuhan. Begitu pula tentang orang yang membunuh orang lain dengan panah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa dengan alat apapun yang digunakan untuk membunuh, maka qisasnya hanya dengan pedang saja, sabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاقود الا بجديدة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada qisas kecuali dengan menggunakan besi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara melakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama berselisih pendapat tentang cara pelaksanaan qisas jiwa. Ada pendapat yang mengatakan bahwa orang yang membunuh itu di qisas menurut cara dia membunuh. , barang siapa yang membunuh dengan cara menenggelamkan maka dia harus di qisas dengan cara ditenggelamkan pula, bagi yang memukul dengan batu harus dipukul dengan batu.pendapat ini dikemukakan oleh Imam Syafi'i dan Imam Malik, mereka mengatakan terkecuali jika dengan cara demikian penyiksaannya akan berlangsung lama, maka penggunaan pedang adalah lebih baik baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya berpendapat bahwa dengan cara bagaimanapun ia membunuh namun ia hanya dihukum bunuh dengan pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Situasi dan kondisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian yang keempat ini adalah dengan melihat situasi dan kondisi saat melakukan kejahatan itu, apakah dilakukan dengan sengaja atau tidak atau tersalah, dilakukan oleh satu orang atau lebih, terpaksa atau kehendak sendiri. Ini penting sekali untuk mempermudah melaksanakan hukuman yang pantas.&lt;br /&gt;(sumber:fadliyanur.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-4731400350100905613?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/4731400350100905613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/diyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4731400350100905613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4731400350100905613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/diyat.html' title='Diyat'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-6709850430992266758</id><published>2010-01-16T20:20:00.002+07:00</published><updated>2010-01-16T20:24:25.357+07:00</updated><title type='text'>qisas</title><content type='html'>Pengertian Qisas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qisas adalah pembayaran yang seimbang antara pelaku dan yang dianiaya seperti bila membunuh harsu dibunuh, mematahkan gigi harus dipatah gigi, dan lain-lain. Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وكتبنا عليهم فيها ان النفس بالنفس والعين بالعين...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan telah Kami tetapkan terhadap mereka di dalamnya (at-Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata….." (QS. Al-Maidah: 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Macam-Macam Qisas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qisas itu terbagi 2 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Qisas jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qisas jiwa adalah qisas yang berhubungan dengan jiwa seseorang atau hak hidup seperti pembunuhan. Pembicaraan pada masalah ini berpangkal pada pembicaraan tentang sifat pembunuhan dan pembunuh yang karena berkumpulnya sifat-sifat tersebut bersama korban mengharuskan adanya qisas.tidak semua pembunuhan dapat dikenai qisas melainkan qisas itu hanya dikenakan pada orang yang membunuh tertentu dengan cara pembunuhan tertentu dan korban tertentu. Dan demikian itu karena yang dituntut dalam hal ini tidak lain hanyalah keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pembunuhan yang dapat dikenai qisas haruslah sesuai dengan aturan tertentu dan syarat tertentu, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Syarat-syarat pembunuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuqaha telah sepakat bahwa pembunuh yang dapat diqisas disyaratkan : berakal sehat, dewasa, menghendaki kematian (korbannya), melangsungkan sendiri pembunuhannya tanpa ditemani orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuqaha berselisih pendapat tentang orang yang dipaksa membunuh dan orang yang memaksanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ý Imam Malik, Syafi'ie, Ats-Tsauri, Ahmad, Abu Tsaur dan fuqaha lainnya berpendapat bahwa pembunuhan itu harus dikaitkan kepada pelaksananya, bukan kepada penyuruhnya. Tetapi si penyuruh ini harus dikenai hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ý Segolongan fuqaha berpendapat bahwa kedua orang itu (pelaksana dan penyuruh) harus dihukum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian itu apabila dalam pembunuhan itu tidak terdapat unsur paksaan dan kekuasaan (kekuatan) dari penyuruh atas orang-orang yang disuruh. Jika si penyuruh mempunyai kekuasaan atas orang yang disuruh, dalam hal ini ada 3 pendapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ý Daud, Abu hanifah dan salah satu pendapat Imam Syafi'i bahwa orang yang menyuruh dikenai hukuman mati, sedangkan yang disuruh hanya dikenai hukuman saja, tidak hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ý Salah satu pendapat Imam Syafi'i yang lain bahwa orang yang disuruh dikenai hukuman mati, bukan orang yang menyuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ý Imam Malik berpendapat bahwa keduanya harus dihukum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Sifat pembunuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuqaha telah sepakat bahwa sifat pembunuhan yang dikenai qisas adalah pembunuhan yang sengaja. Sedangkan pembunuhan yang mirip sengaja seperti keliru dalam membunuh, dengan alat-alat yang biasanya tidak dipakai untuk membunuh. Maka pembunuhan seperti ini tidak dikenai qisas tetapai hanya dikenai diyat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Syarat-syarat korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai syarat-syarat yang mengharuskan qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh, maka korban tersebut harus sepadan dengan jiwa orang yang membunuhnya. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan nilai jiwa seseorang dengan lainnya ialah keislaman, kekafiran, kemerdekaan, kehambaan, kelelakian, kewanitaan, satu orang atau banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Qisas anggota badan (pelukaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukaan itu ada 2 macam; pelukaan yang dikenai qisas dan pelukaan yang dikenai diyat atau pemaafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pelukaan yang dapat dikenai qisas meliputi syarat-syarat orang yang melukai, syarat-syarat pelukaan yang mengakibatkan qisas serta syarat-syarat orang yang dilukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Syarat orang yang melukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang melukai itu harus mukallaf (baligh (dewasa) dan berakal).jika seseorang memotong anggota tubuh orang lain, maka tidak diperselisihkan lagi bahwa ia dikenai qisas, jika pelukaan itu mengakibatkan qisas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Syarat orang yang dilukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa orang yang dilukai itu disyaratkan seimbang dengan jiwa orang yang melukai. Adapun faktor yang mempengaruhi keseimbangan ini ialah kehambaan dan kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sanksi-Sanksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qisas itu dilaksanakan pada kasus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembunuhan sengaja yang dilakukan oleh orang yang berakal sehat, dewasa, menghendaki kematian (korbannya), melangsungkan sendiri pembunuhannya tanpa ditemani orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sebagian pelukaan yang mengakibatkan harus di qisas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan qisas tidak dapat dilaksanakan pada kasus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hilanganya tempat untuk di qisas, yaitu hilangnya anggota badan atau jiwa orang yang mau di qisas sebelum dilaksanakan hukuman qisas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemaafan, para ulama sepakat tentang pemaafan qisas bahkan lebih utama daripada menuntutnya. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فمن عفى له من اخيه شيئ... ( البقرة 178 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka barangsiapa mendapatkan pemaafan dari saudaranya …" (QS. Albaqarah: 178).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perdamaian, yaitu berdamainya antara pelaku dan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Diwariskan hak qisas, contoh bila ahli waris adalah anak pembunuh yakni penuntut dan penanggung jwab qisas itu orangnya sama. Jelasnya mislanya A membunuh saudara sendiri yang tidak mempunyai ahli waris kecuali dirinya sendiri.&lt;br /&gt;(sumber:fadliyanur.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-6709850430992266758?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/6709850430992266758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/qisas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/6709850430992266758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/6709850430992266758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/qisas.html' title='qisas'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-534039319377412713</id><published>2010-01-16T19:14:00.002+07:00</published><updated>2010-01-16T19:18:32.367+07:00</updated><title type='text'>Rukun dan Tata Cara Tayamum</title><content type='html'>Rukun Tayamum :&lt;br /&gt;- Niat Tayamum.&lt;br /&gt;- Menyapu muka dengan debu atau tanah.&lt;br /&gt;- Menyapu kedua tangan dengan debu atau tanah hingga ke siku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Tata Cara / Praktek Tayamum :&lt;br /&gt;- Membaca basmalah&lt;br /&gt;- Renggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.&lt;br /&gt;- Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;- Niat tayamum : Nawaytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi ta'aala (Saya niat tayammum untuk diperbolehkan melakukan shalat karena Allah Ta'ala).&lt;br /&gt;- Mengusap telapak tangan ke muka secara merata&lt;br /&gt;- Bersihkan debu yang tersisa di telapak tangan&lt;br /&gt;- Ambil debu lagi dengan merenggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.&lt;br /&gt;- Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.&lt;br /&gt;- Mengusap debu ke tangan kanan lalu ke tangan kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: organisasi.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-534039319377412713?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/534039319377412713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-dan-tata-cara-tayamum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/534039319377412713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/534039319377412713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-dan-tata-cara-tayamum.html' title='Rukun dan Tata Cara Tayamum'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-4098311058315908858</id><published>2010-01-16T19:13:00.002+07:00</published><updated>2010-01-16T19:19:43.189+07:00</updated><title type='text'>Sunah  Ketika Melaksanakan Tayamum</title><content type='html'>- Membaca basmalah&lt;br /&gt;- Menghadap ke arah kiblat&lt;br /&gt;- Membaca doa ketika selesai tayamum&lt;br /&gt;- Medulukan kanan dari pada kiri&lt;br /&gt;- Meniup debu yang ada di telapak tangan&lt;br /&gt;- Menggodok sela jari setelah menyapu tangan hingga siku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: organisasi.org)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-4098311058315908858?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/4098311058315908858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/sunah-sunat-ketika-melaksanakan-tayamum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4098311058315908858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/4098311058315908858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/sunah-sunat-ketika-melaksanakan-tayamum.html' title='Sunah  Ketika Melaksanakan Tayamum'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-8322826506310842779</id><published>2010-01-16T19:12:00.002+07:00</published><updated>2010-01-16T19:27:01.715+07:00</updated><title type='text'>Syarat Sah Tayamum</title><content type='html'>- Telah masuk waktu salat&lt;br /&gt;- Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran&lt;br /&gt;- Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum&lt;br /&gt;- Sudah berupaya / berusaha mencari air namun tidak ketemu&lt;br /&gt;- Tidak haid maupun nifas bagi wanita / perempuan&lt;br /&gt;- Menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh&lt;br /&gt;(sumber: organisasi.org)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-8322826506310842779?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/8322826506310842779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-sah-tayamum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/8322826506310842779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/8322826506310842779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-sah-tayamum.html' title='Syarat Sah Tayamum'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-2034714155040782322</id><published>2010-01-16T19:08:00.001+07:00</published><updated>2010-01-16T19:27:47.201+07:00</updated><title type='text'>Sebab / Alasan Melakukan Tayamum</title><content type='html'>- Dalam perjalanan jauh&lt;br /&gt;- Jumlah air tidak mencukupi karena jumlahnya sedikit&lt;br /&gt;- Telah berusaha mencari air tapi tidak diketemukan&lt;br /&gt;- Air yang ada suhu atau kondisinya mengundang kemudharatan&lt;br /&gt;- Air yang ada hanya untuk minum&lt;br /&gt;- Air berada di tempat yang jauh yang dapat membuat telat shalat&lt;br /&gt;- Pada sumber air yang ada memiliki bahaya&lt;br /&gt;- Sakit dan tidak boleh terkena air&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(sumber: organisasi.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-2034714155040782322?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/2034714155040782322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/sebab-alasan-melakukan-tayamum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2034714155040782322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2034714155040782322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/sebab-alasan-melakukan-tayamum.html' title='Sebab / Alasan Melakukan Tayamum'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-7972800509166271847</id><published>2010-01-16T18:58:00.000+07:00</published><updated>2010-01-16T19:05:39.269+07:00</updated><title type='text'>Definisi / Pengertian Tayamum</title><content type='html'>Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya. Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadas, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang wajib hukumnya bila sudah tersedia. Tayamum untuk hadas hanya bersifat sementara dan darurat hingga air sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayamum yang telah dilakukan bisa batal apabila ada air dengan alasan tidak ada air atau bisa menggunakan air dengan alasan tidak dapat menggunakan air tetapi tetap melakukan tayamum serta sebab musabab lain seperti yang membatalkan wudu dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-7972800509166271847?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/7972800509166271847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/definisi-pengertian-tayamum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7972800509166271847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7972800509166271847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/definisi-pengertian-tayamum.html' title='Definisi / Pengertian Tayamum'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-7246753335120318781</id><published>2010-01-15T19:55:00.002+07:00</published><updated>2010-01-15T19:58:21.107+07:00</updated><title type='text'>syarat wajib haji dan umroh</title><content type='html'>Syarat-syarat wajib haji dan umrah itu ada lima, terhimpun di dalamungkapan penyair yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji dan umrah itu adalah dua kewajiban sekaliseumur hidup, tidak boleh ditunda-tunda,Dengan syarat: Islam, merdeka,berakal, berusia baligh dan mempunyai kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, haji dan umrah itu menjadi wajib [bagi seseorang] apabilamemenuhi syarat-syaratnya, yaitu: Pertama, Islam. Orang yang bukanmuslim tidak berkewajiban menunaikan ibadah haji, bahkan sekiranya iamelakukannya maka tidak sah, dan lain &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari itu, ia tidak bolehmemasuki kawasan tanah suci Mekkah, sebab Allah telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah merekamendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. [At-Taubah: 28].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak boleh bagi siapa saja yang berstatus kafir, karena sebabapa saja kekafirannya, masuk ke tanah suci Mekkah. Namun demikian,orang kafir tetap akan dihisab kelak di akhirat atas peng-abaianmereka terhadap ibadah haji dan ajaran-ajaran Islam lainnya, menurutpendapat yang lebih kuat dari para ulama, dengan dalil firman AllahSubhannahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali golongan kanan, berada di dalam Surga, mereka tanya-menanyatentang [keadaan] orang-orang yang berdosa, Apakah yang memasukkankamu ke dalam Neraka SaqarMereka menjawab, Kami dahulu tidaktermasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak pulamemberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batilbersama-sama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kamimendustakan hari Pembalasan, hingga datang kepada kami kematian. [Al-Muddatsir:39-47].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kedua: Berakal. Orang gila tidak berkewajiban menunaikan ibadahhaji, bahkan jikalau seseorang gila semenjak usia sebelum balighhingga meninggal dunia, maka ia tidak berkewajiban menunaikan ibadahhaji sekali pun ia adalah seorang yang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ketiga: Baligh. Orang yang belum masuk usia baligh tidakberkewajiban menunaikan ibadah haji, namun jika ia menunaikannya, makaibadah hajinya sah, hanya saja ibadah haji yang ia lakukan itu tidakmencukupinya dari kewajiban Islam [haji wajib yang merupakan rukunIslam], sebab Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda kepadaseorang ibu yang membawa anak kecilnya ke hadapan beliau dan bertanya,Apakah anak ini boleh menunaikan ibadah hajiJawab Nabi, Ya, dankamu mendapat pahala.[ Dikeluarkan oleh Muslim [no. 409] dalam kitabAl-Hajj.] Akan tetapi haji yang dilakukan oleh anak itu tetap tidakdapat mewakili haji wajibnya [rukun Islam], karena perintah belumdibebankan kepadanya kecuali sesudah ia memasuki usia baligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya ingin katakan bahwa pada musim [haji] sepertisekarang ini, di mana manusia sangat padat dan berdesak-desakan, dananak kecil akan banyak mendapat kesulitan untuk bisa melakukan ihramdan untuk memperhatikan kesempurnaan manasik haji, maka sebaiknyaanak-anak yang masih belum cukup umur tidak diikutsertakan dalammenunaikan ibadah haji ataupun umrah, sebab mereka akan banyakmengalami berbagai kesulitan dan demikian pula orang tua [ayah dan ibu]yang membawanya. Bahkan, bisa jadi ayah dan ibunya tidak dapatmenunaikan manasik haji dengan sempurna karena sibuk mengurusianak-anak mereka yang pada gilirannya menyebabkan mereka tetap beradadi dalam kesulitan [karena harus membayar denda ini dan itu]. Maka,selagi ibadah haji belum diwajibkan terhadap mereka [anak-anak],sebaiknya mereka tidak usah merepotkan kita di dalam menunaikan ibadahhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat keempat: Merdeka [bukan budak]. Hamba sahaya atau budak tidakberkewajiban menunaikan ibadah haji, karena dia adalah budak yangharus selalu memenuhi perintah majikannya. Karena itu ia dimaafkanbila tidak menunaikan ibadah haji, sebab tidak ada jalan [biaya]baginya ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kelima: Mempunyai kemampuan untuk pergi haji, baik kemampuanharta maupun fisik. Dan jika ada seseorang yang mempu-nyai kemampuanharta, sedangkan fisiknya lemah, maka harus menyuruh orang lain untukmengerjakan hajinya, karena di dalam hadits yang bersumber dari IbnuAbbas Radhiallaahu anhu diriwayatkan bahwasanya ada seorang wanitadari marga Khutsamiyah yang bertanya kepada Rasulullah Shalallaahualaihi wasalam seraya berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahkusudah berkewajiban untuk menunaikan kewajiban ibadah haji, namunbeliau sudah lanjut usia tidak dapat mengendari hewan tunggangannya,lalu apakah saya boleh menghajikannyaJawab Nabi, Ya[ Dikeluarkanoleh Al-Bukhari [no. 1513] dalam kitab Al-Hajj, Muslim [no. 407] dalamkitab Al-Hajj.] Peristiwa ini terjadi pada waktu Hajjatul Wada [hajiperpisahan Nabi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyataan perempuan yang mengatakan, Sesungguhnya ayah-ku sudahberkewajiban untuk menunaikan kewajiban ibadah haji dan persetujuanNabi Shalallaahu alaihi wasalam terhadap wanita itu untuk menghajikanayahnya adalah menunjukkan bahwa apabila seseorang sudah mempunyaikemampuan harta untuk menunaikan ibadah haji, sedangkan fisiknyasangat lemah, maka ia wajib mewakilkannya kepada orang. Adapun jikaseseorang hanya mempunyai kemampuan fisik saja tanpa didukung olehkemampuan harta, sedangkan ia tidak mungkin datang ke tanah suciMekkah dengan berjalan kaki, maka ibadah haji tidak menjadi wajibbaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalam katagori mampu bagi wanita adalah adanya mahrampendamping, dan jika mahram tidak ada maka ia tidak berke-wajibanmenunaikan ibadah haji. Namun para ulama berbeda pendapat, apakahdalam kondisi seperti itu wanita wajib menyuruh orang lain untukmenghajikan atau mengumrahkan dirinya, atau tidak. Ada dua pendapatdalam masalah ini berdasarkan; bahwa adanya mahram adalah merupakansyarat untuk diwajibkannya menunaikan ibadah haji bagi wanita, atauberdasarkan bahwa adanya mahram itu memang telah merupakan syarat.Menurut ulama madzhab Hanbali , bahwa adanya mahram itu merupakansyarat kewajiban haji bagi kaum wanita. Oleh karenanya, wanita yangtidak mempunyai mahram tidak wajib menunaikan ibadah haji dan jugatidak wajib ia menyuruh orang lain untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 5 syarat wajibnya haji; saya ulangi, yaitu Islam, berakal,berusia baligh, merdeka dan mampu. Semua syarat ini meliputi ibadahhaji dan umrah sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://kumpulanartikelislami.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-7246753335120318781?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/7246753335120318781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-wajib-haji-dan-umroh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7246753335120318781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7246753335120318781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-wajib-haji-dan-umroh.html' title='syarat wajib haji dan umroh'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-3601222332358581723</id><published>2010-01-15T19:50:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T19:52:26.641+07:00</updated><title type='text'>Pengertian dan Keutamaan haji</title><content type='html'>Pengertian Haji&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Sengaja datang ke Mekah, mengunjungi Ka'bah dan tempat-tempat lainnya untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Keutamaan Haji&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ibadah Haji merupakan salah satu perintah Allah yang harus dikerjakan, bagi yang mampu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibadah Haji merupakan Jihad fi Sabilillah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibadah Haji dapat menghapuskan dosa, bagi yang menjalankannya sesuai dengan&lt;br /&gt;    perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Haji dan Umroh merupakan kifarat/penebus dosa.Ada dosa yang yang hanya dapat ditebus&lt;br /&gt;    dengan wukuf di Arafah saat Ibadah Haji.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Surga adalah balasan bagi Haji yang mabrur.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Biaya yang dikeluarkan untuk Ibadah Haji merupakan infaq fi sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumbae:www.hajiumroh.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-3601222332358581723?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/3601222332358581723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-dan-keutamaan-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3601222332358581723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3601222332358581723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-dan-keutamaan-haji.html' title='Pengertian dan Keutamaan haji'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-8097463146997509617</id><published>2010-01-15T19:45:00.001+07:00</published><updated>2010-01-15T19:47:44.136+07:00</updated><title type='text'>Pengertian, Syarat, Hukum dan Rukun Puasa</title><content type='html'>Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;    * Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.&lt;br /&gt;    * Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Wajib Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Beragama Islam&lt;br /&gt;    * Baligh (telah mencapai umur dewasa)&lt;br /&gt;    * Berakal&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Berupaya untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;    * Sihat&lt;br /&gt;    * Tidak musafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.&lt;br /&gt;    * Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Sah Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Beragama Islam&lt;br /&gt;    * Berakal&lt;br /&gt;    * Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita&lt;br /&gt;    * Hari yang sah berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunat Berpuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman&lt;br /&gt;    * Melambatkan bersahur&lt;br /&gt;    * Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji&lt;br /&gt;    * Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka&lt;br /&gt;    * Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib&lt;br /&gt;    * Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air&lt;br /&gt;    * Membaca doa berbuka puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara Makruh Ketika Berpuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Selalu berkumur-kumur&lt;br /&gt;    * Merasa makanan dengan lidah&lt;br /&gt;    * Berbekam kecuali perlu&lt;br /&gt;    * Mengulum sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membatalkan Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan&lt;br /&gt;    * Muntah dengan sengaja&lt;br /&gt;    * Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja&lt;br /&gt;    * kedatangan haid atau nifas&lt;br /&gt;    * Melahirkan anak atau keguguran&lt;br /&gt;    * Gila walaupun sekejap&lt;br /&gt;    * Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari&lt;br /&gt;    * Murtad atau keluar daripada agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang Disunatkan Berpuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hari Senin dan Kamis&lt;br /&gt;    * Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)&lt;br /&gt;    * Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji&lt;br /&gt;    * Enam hari dalam bulan Syawal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang diharamkan Berpuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)&lt;br /&gt;    * Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)&lt;br /&gt;    * Hari syak (29 Syaaban)&lt;br /&gt;    * Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : risalahrasul.wordpress.com&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-8097463146997509617?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/8097463146997509617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-syarat-hukum-dan-rukun-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/8097463146997509617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/8097463146997509617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-syarat-hukum-dan-rukun-puasa.html' title='Pengertian, Syarat, Hukum dan Rukun Puasa'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-7286715206882104446</id><published>2010-01-15T19:17:00.001+07:00</published><updated>2010-01-15T19:19:32.838+07:00</updated><title type='text'>Penngertian Mandi Besar, tata cara dan hukumnya</title><content type='html'>A. Arti Definisi/Pengertian Mandi Wajib / Mandi Besar / Mandi Junub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandi besar, mandi junub atau mandi wajib adalah mandi dengan menggunakan air suci dan bersih (air mutlak) yang mensucikan dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tujuan mandi wajib adalah untuk menghilangkan hadas besar yang harus dihilangkan sebelum melakukan ibadah sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sebab/Alasan Seseorang Harus Mandi Wajib/Mandi Besar/Mandi Junub :&lt;br /&gt;1. Mengeluarkan air mani baik disengaja maupun tidak sengaja&lt;br /&gt;2. Melakukan hubungan seks / hubungan intim / bersetubuh&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selesai haid / menstruasi&lt;br /&gt;4. Melahirkan (wiladah) dan pasca melahirkan (nifas)&lt;br /&gt;5. Meninggal dunia yang bukan mati syahid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang masuk dalam kategori di atas maka mereka berarti telah mendapat hadas besar dengan najis yang harus dibersihkan. Jika tidak segera disucikan dengan mandi wajib maka banyak ibadah orang tersebut yang tidak akan diterima Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tata Cara Mandi Wajib / Mandi Besar / Mandi Junub (Janabat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan selama mandi karena wajib untuk dilakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membaca niat : "Nawaitul ghusla lirof'il hadatsil akbari fardlol lillaahi ta'aalaa" yang artinya "AKu niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardlu karena Allah".&lt;br /&gt;2. Membilas/membasuh seluluh badan dengan air (air mutlak yang mensucikan) dari ujung kaki ke ujung rambut secara merata.&lt;br /&gt;3. Hilangkan najisnya bila ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sunah/Sunnat Mandi Wajib / Mandi Junub / Mandi Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah hal-hal yang boleh-boleh saja dilakukan (tidak wajib hukum islamnya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum mandi membaca basmalah.&lt;br /&gt;2. Membersihkan najis terebih dahulu.&lt;br /&gt;3. Membasuh badan sebanyak tiga kali&lt;br /&gt;4. Melakukan wudhu/wudlu sebelum mendi wajib&lt;br /&gt;5. Mandi menghadap kiblat&lt;br /&gt;6. Mendahulukan badan sebelah kanan daripada yang sebelah kiri&lt;br /&gt;7. Membaca do'a setelah wudhu/wudlu&lt;br /&gt;8. Dilakukan sekaligus selesai saat itu juga (muamalah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://organisasi.org/pengertian-mandi-wajib-besar-junub-tata-cara-dan-hukum-dalam-islam)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-7286715206882104446?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/7286715206882104446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/penngertian-mandi-besar-tata-cara-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7286715206882104446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/7286715206882104446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/penngertian-mandi-besar-tata-cara-dan.html' title='Penngertian Mandi Besar, tata cara dan hukumnya'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-1822487506828016652</id><published>2010-01-15T18:35:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T18:52:57.047+07:00</updated><title type='text'>Ajaran khitan dalam Islam</title><content type='html'>Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan "Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi" (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).&lt;br /&gt;Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:"Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku" (H.R. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah khitan: Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama endapan tersebut semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang melakukan kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. Oleh karenanya beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhitan. Begitu juga penderita penyakit berbahaya aids, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan non muslim di Eropa dan AS melakukan khitan.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Khitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fikih Islam, hukum khitan dibedakan antara untuk lelaki dan perempuan. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum khitan baik untuk lelaki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum khitan untuk lelaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum khitan bagi lelaki adalah wajib. Para pendukung pendapat ini adalah imam Syafi'i, Ahmad, dan sebagian pengikut imam Malik. Imam Hanafi mengatakan khitan wajib tetapi tidak fardlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat populer dari imam Malik beliau mengatakan khitan hukumnya sunnah. Begitu juga riwayat dari imam Hanafi dan Hasan al-Basri mengatakan sunnah. Namun bagi imam Malik, sunnah kalau ditinggalkan berdosa, karena menurut madzhab Maliki sunnah adalah antara fadlu dan nadb. Ibnu abi Musa dari ulama Hanbali juga mengatakan sunnah muakkadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mughni mengatakan bahwa khitan bagi lelaki hukumnya wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan seorang lelaki dewasa masuk Islam dan takut khitan maka tidak wajib baginya, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membahayakan jiwa, maka khitan pun demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil yang Yang dijadikan landasan bahwa khitan tidak wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salman al-Farisi ketika masuk Islam tidak disuruh khitan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadist di atas menyebutkan khitan dalan rentetan amalan sunnah seperti mencukur buku ketiak dan memndekkan kuku, maka secara logis khitan juga sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hadist Ayaddad bib Aus, Rasulullah s.a.w bersabda:"Khitan itu sunnah bagi lelaki dan diutamakan bagi perempuan. Namun kata sunnah dalam hadist sering diungkapkan untuk tradisi dan kebiasaan Rasulullah baik yang wajib maupun bukan dan khitan di sini termasuk yang wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil-dalil yang dijadikan landasan para ulama yang mengatakan khitab wajib adalah sbb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khitan ketika berumur 80 tahun, beliau khitan dengan menggunakan kapak. (H.R. Bukhari). Nabi Ibrahim melaksanakannya ketika diperintahkan untuk khitan padahal beliau sudah berumur 80 tahun. Ini menunjukkan betapa kuatnya perintah khitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kulit yang di depan alat kelamin terkena najis ketika kencing, kalau tidak dikhitan maka sama dengan orang yang menyentuh najis di badannya sehingga sholatnya tidak sah. Sholat adalah ibadah wajib, segala sesuatu yang menjadi prasyarat sholat hukumnya wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hadist riwayat Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah s.a.w. berkata kepada Kulaib: "Buanglah rambut kekafiran dan berkhitanlah". Perintah Rasulullah s.a.w. menunjukkan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diperbolehkan membuka aurat pada saat khitan, padahal membuka aurat sesuatu yang dilarang. Ini menujukkan bahwa khitab wajib, karena tidak diperbolehkan sesuatu yang dilarang kecuali untuk sesuatu yang sangat kuat hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memotong anggota tubuh yang tidak bisa tumbuh kembali dan disertai rasa sakit tidak mungkin kecuali karena perkara wajib, seperti hukum potong tangan bagi pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Khitan merupakan tradisi mat Islam sejak zaman Rasulullah s.a.w. sampai zaman sekarang dan tidak ada yang meninggalkannya, maka tidak ada alasan yang mengatakan itu tidak wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitan untuk perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum khitan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebagian mengatakan itu sunnah dan sebagian mengatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada yang mengatakan wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan bagi perempuan tersebut disebabkan riwayat hadist seputar khitan perempuan yang masih dipermasalahkan kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hadist sahih yang menjelaskan hukum khitan perempuan. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa tidak ada hadist yang bisa dijadikan rujukan dalam masalah khitan perempuan dan tidak ada sunnah yang bisa dijadikan landasan. Semua hadist yang meriwayatkan khitan perempuan mempunyai sanad dlaif atau lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist paling populer tentang  khitan perempuan adalah hadist Ummi 'Atiyah r.a., Rasulllah bersabda kepadanya:"Wahai Umi Atiyah, berkhitanlah dan jangan berlebihan, sesungguhnya khitan lebih baik bagi perempuan dan lebih menyenangkan bagi suaminya". Hadist ini diriwayatkan oleh Baihaqi, Hakim dari Dhahhak bin Qais. Abu Dawud juga meriwayatkan hadist serupa namun semua riwayatnya dlaif dan tidak ada yang kuat. Abu Dawud sendiri konon meriwayatkan hadist ini untuk menunjukkan kedlaifannya. Demikian dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Talkhisul Khabir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat tidak ada hadist yang kuat tentang khitan perempuan ini, Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa sebagian ulama Syafi'iyah dan riwayat dari imam Ahmad mengatakan bahwa tidak ada anjuran khitan bagi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama mengatakan bahwa perempuan Timur (kawasan semenanjung Arab) dianjurkan khitan, sedangkan perempuan Barat dari kawasan Afrika tidak diwajibkan khitan karena tidak mempunyai kulit yang perlu dipotong yang sering mengganggu atau menyebabkan kekurang nyamanan perempuan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dipotong dari perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mawardi mengatakan bahwa khitan pada perempuan yang dipotong adalah kulit yang berada di atas vagina perempuan yang berbentuk mirip cengger ayam. Yang dianjurkan adalah memotong sebagian kulit tersebut bukan menghilangkannya secara keseluruhan. Imam Nawawi juga menjelaskan hal yang sama bahwa khitan pada perempuan adalah memotong bagian bawah kulit lebih yang ada di atas vagina perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada penerapannya banyak kesalahan dilakukan oleh umat Islam dalam melaksanakan khitan perempuan, yaitu dengan berlebih-lebihan dalam memotong bagian alat vital perempuan. Seperti yang dikutib Dr. Muhammad bin Lutfi Al-Sabbag dalam bukunya tentang khitan bahwa kesalahan fatal dalam melaksanakan khitan perempuan banyak terjadi di masyarakat muslim Sudan dan Indonesia. Kesalahan tersebut berupa pemotongan tidak hanya kulit bagian atas alat vital perempuan, tapi juga memotong hingga semua daging yang menonjol pada alat vital perempuan, termasuk clitoris sehingga yang tersisa hanya saluran air kencing dan saluran rahim. Khitan model ini di masyarakat Arab dikenal dengan sebutan "Khitan Fir'aun". Beberapa kajian medis membuktikan bahwa khitan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif bagi perempuan baik secara kesehatan maupun psikologis, seperti menyebabkan perempuan tidak stabil dan mengurangi gairah seksualnya. Bahkan sebagian ahli medis menyatakan bahwa khitan model ini juga bisa menyebabkan berbagai pernyakit kelamin pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya hadist tentang khitan perempuan di atas sahih, maka di situ pun Rasulullah s.a.w. melarang berlebih-lebihan dalam menghitan anak perempuan. Larangan dari Rasulullah s.a.w. secara hukum bisa mengindikasikan keharaman tindakan tersebut. Apalagi bila terbukti bahwa berlebihan atau kesalahan dalam melaksanakan khitan perempuan bisa menimbulkan dampak negatif, maka bisa dipastikan keharaman tindakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas beberapa kalangan ulama kontemporer menyatakan bahwa apabila tidak bisa terjamin pelaksanaan khitan perempuan secara benar, terutama bila itu dilakukan terhadap anak perempuan yang masih bayi, yang pada umumnya sulit untuk bisa melaksanakan khitan perempuan dengan tidak berlebihan, maka sebaiknya tidak melakukan khitan perempuan. Toh tidak ada hadist sahih yang melandasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu khitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu wajib khitan adalah pada saat balig, karena pada saat itulah wajib melaksanakan sholat. Tanpa khitan, sholat tidak sempurna sebab suci yang yang merupakan syarat sah sholat tidak bisa terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktu sunnah adalah sebelum balig. Sedangkan waktu ikhtiar (pilihan yang baik untuk dilaksanakan) adalah hari ketujuh seytelah lahir, atau 40 hari setelah kelahiran, atau juga dianjurkan pada umur 7 tahun. Qadli Husain mengatakan sebaiknya melakuan khitan pada umur 10 tahun karena pada saat itu anak mulai diperintahkan sholat. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa khitan pada umut 7 hari hukumnya makruh karena itu tradisi Yahudi, namun ada riwayat bahwa Rasulullah s.a.w. menghitan Hasan dan Husain, cucu beliau pada umur 7 hari, begitu juga konon nabi Ibrahim mengkhitan putera beliau Ishaq pada umur 7 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walimah Khitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walimah artinya perayaan. Ibnu Hajar menukil pendapat Imam Nawawi dan Qadli Iyad bahwa walimah dalam tradisi Arab ada delapan jenis, yaitu : 1) Walimatul Urush untuk pernikahan; 2) Walimatul I'dzar untuk merayakan khitan; 3) Aqiqah untuk merayakan kelahiran anak; 4). Walimah Khurs untuk merayakan keselamatan perempuan dari talak, konon juga digunakan untuk sebutan makanan yang diberikan saat kelahiran bayi; 5) Walimah Naqi'ah untuk merayakan kadatangan seseorang dari bepergian jauh, tapi yang menyediakan orang yang bepergian. Kalau yang menyediakan orang yang di rumah disebut walimah tuhfah; 6) Walimah Wakiirah untuk merayakan rumah baru; 7) Walimah Wadlimah untuk merayakan keselamatan dari bencana; dan 8) Walimah Ma'dabah yaitu perayaan yang dilakukan tanpa sebab sekedar untuk menjamu sanak saudara dan handai taulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Utsman bin Abi Ash bahwa walimah khitan termasuk yang tidak dianjurkan. Namun demikian secara eksplisit imam Nawawi menegaskan bahwa walimah khitan boleh dilaksanakan dan hukumnya sunnah memenuhi undangan seperti undangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:www.pesantrenvirtual.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-1822487506828016652?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/1822487506828016652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/ajaran-khitan-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1822487506828016652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1822487506828016652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/ajaran-khitan-dalam-islam.html' title='Ajaran khitan dalam Islam'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-1431747591131637082</id><published>2010-01-15T14:21:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T15:14:16.868+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Zakat, Infaq dan shodaqoh</title><content type='html'>Zakat merupakan salah satu rukun islam ke tiga yang diwajibkan kepada setiap muslim. Zakat infaq dan shadaqah merupakan salah satu topic selalu menarik untuk dikaji dan di diskusikan. Karena zakat infaq dan shadaqah dalam peranannya memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat adalah salah satu rukun islam dan merupakan kewajiban umat islam dalam rangka pelaksanaan dua kalimat syahadat. Selain perkataan zakat, Al-Qur'an juga memperkenalkan istilah shadaqah untuk perbuatan-perbuatan yang berkenaan dengan harta kekayaan yang dipunyai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Al-Qur'an istilah shadaqah dipakai, baik untuk zakat maupun untuk sedekah biasa, namun, kalo dipandang dari segi hukum seperti telah disinggung diatas, &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;keduanya berbeda. Perbedaan itu sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Zakat mempunyai fungsi yang jelas untuk menyucikan atau membersihkan harta dan&lt;br /&gt;jiwa pemberinya.&lt;br /&gt;2. Sedekah bukan merupakan suatu kewajiban. Sikapnya sukarela dan tidak terikat pada&lt;br /&gt;syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan&lt;br /&gt;kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENGERTIAN ZAKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti zakat dalam syaria'at islam : sebagai harta yang wajib diberikan kepada orang-orang yang tertentu,dengan syarat-syarat yang tertentu pula.Secara teknis, zakat berarti menyucikan harta milik seseorang dengan cara pendistribusian-oleh kaum kaya-sebagiannya kepada kaum miskin-sebagai hak mereka,denagan membayaran zakat, maka seseorang memperoleh penyucian hati dan dirinya serta melakukan tindakan yang benar dan memproleh rahmat selain hartanya selaen hartanya akan bertambah.&lt;br /&gt;Dalam al-qur'an diperintahkan sebagai berikut: " Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukunlah beserta orang-orang yang ruku ( al-baqorah 43).&lt;br /&gt;Dari segi istilah fiqih, zakat berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah yang diserahkan kepada orang-orang yang berhak.Menurut mazhab Imam Syafi'i zakat adalah sebuah ungkapan keluarnya harta atau tubuh sesuai dengan secara khusus. Sedangkian menurut mazhab Imam Hambali, zakat ialah hakl yang wajib dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula, yaitu kelompok yang disyaratkan dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Zakat suatu' ibadah yang penting pula. Kerap kali dalam Al-Qur'an menerangkan zakat beriringan dengan menerangkan sembahyang. Tuhan menyebutkan zakat beriringan dengan urusan shalat. Ini menunjukkan bahwa antara zakat dengan shalat mempunyai perhubungan yang erat sekali dalam hal keutamaannya. Sembahyang dipandang seutama-utama 'ibadah badaniah dan zakat dipandang seutama-utama 'ibadah Maaliyah. Zakat itu wajib untuk semua ummat islam, sama dengan wajib sholat. Allah Swt telah mewajibkan zakat atas hamba-hambanya.&lt;br /&gt;Barang siapa yang menginkari kewajiban zakat, maka ia menjadi kafir. Orang yang mengakui kefardu'annya tapi tidak mau memberi, didesak dan diambil secara paksa. Tetapi jika mereka berjumlah banyak, maka mereka diperangi, sebagai yang telah dilakukan oleh abu baker siddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA HUKUM ZAKAT&lt;br /&gt;a. zakat itu diwajibkan atas muslim yang merdeka, tidak disyaratkan sampai umur dan&lt;br /&gt;berakal.&lt;br /&gt;b. Zakat itu wajib pada permintaan sebagaiman wajib pada unta, sapi, kambing,dan&lt;br /&gt;pada tiap-tiap tumbuh-tumbuhan dan zakat itu ditunaikan pada tiap-tiap pada tahun&lt;br /&gt;sekali.&lt;br /&gt;c. Islam telah memperhatikan soal zakat ini, waktunya kadarnya, nisabnya, orang yang&lt;br /&gt;wajib atasnya dan orang-orang yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shadaqoh&lt;br /&gt;Pengertian shadaqoh atau sedakah secara bahasa berasal dari kata "shadaqa" yang artinya "benar" tersurat dari kata ini bahwa yang bersedekah adalah orang yang benar imannya.&lt;br /&gt;Pengertian shadaqoh sama dengan pengertian infaq sama juga hukum dan ketentuannya, perbedaannya adalah infaq hanya berkaitkan dengan meteri sedangan shadaqoh memiliki arti luas menyangkut juga hal yang bersifat non mareril. Hadist riwayat imam muslim Abu Zar, Rasulullah menyatakan bahwa tidak mampu bersedekah dengan harta, membaca tasbih, tahmid, tahlit, berhubungan suami istri atau melakukan kegiatan amar ma'aruf nahi mungkar adalah sedekah. Dalam hadist lain dikatakan senyum adalah shadoqoh&lt;br /&gt;Shadaqah atau sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan olehg seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin, setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya. Lembaga sedekah sangat digalakkan oleh ajaran islam untuk menanamkan jiwa sosial dan mengurangi penderitaan orang lain. Sedangkan tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, tetapi juga berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain. Termasuk dalam katagori shadaqah.&lt;br /&gt;Adapun secara termenologi syariat shadaqah adalah pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kebada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak di tentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakan al-qur'an untuk mencakup segala jenis sumbangan.&lt;br /&gt;Sedekah berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat digunakan didalam al-qur'an dan sunah. Zakat telah disebut pula sedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sedangkan sedekah adalah sukarela, zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedegkan sedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nisab zakat di tentukan, sedangkan jumlah sedekah yang lainya sepenuhnya tergantung keinginan yang menyumbang.&lt;br /&gt;Pengeluaran infak tidak ditentukan jumlah dan waktunya. Dapat disimpulkan bahwasanya infak adalah pengeluaran secara sukarela setiap kali seorang muslim menerima rizki dari allah swt sejumlah yang dikehendaki oleh si penerima rizki tersebut.&lt;br /&gt;Shadaqah dapat bermakna infaq, zakat dan kebaikan non materi. Dalam hadist Rasulullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda: "Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma'ruf adalah shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah". Dan shadaqah adalah ungkapan kejujuran iman seseorang.&lt;br /&gt;Selain itu ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqih, menyatakan bahwa shadaqah wajib dinyatakan zakat, sedangkan shadaqah sunah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunah dinamakan shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Infaq&lt;br /&gt;Infaq adalah pengeluaran sukalrela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya. Menurut bahasa infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Sedangangkan menurut islilah syari'at, infaq adalah mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam. Infaq berbeda dengan zakat, iinfaq tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang ditentukan secara hukum. Infaq tidak harus diberikan kepada mustahik tertentu, melainkan kepada siapapun misalnya orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, atau orong-orang yang sedang dalam perjalanan. Dalil naqli yang mendasadri infaq sebagaimana firman allah dalam al-qur'an (al-imran:4 )&lt;br /&gt;Adapun urgensi infaq bagi seorang muslim antara lain:&lt;br /&gt;• Infaq merupakan bagian dari keimanan dari seorang muslim&lt;br /&gt;• Orang yang enggan berinfaq adalah orang yang menjatuhkan diri dalam kebinasaan.&lt;br /&gt;• Di dalam ibadah terkantung hikmah dan mamfaat besar.hikmah dan mamfaat infaq adalah sebagai realisasi iman kepada allah, merupakan sumber dana bagi pembangunan sarana maupun prasarana yang dibutuhkan ummat islam, menolong dan membantu kaum duafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara zakat da infaq adalah. Zakat hukumnya wajib sedangkan infaq hukumnya sunnah, zakat ditentukan nisabnya sedangkan infaq tidak memiliki batas, zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya sedangkan infaq boleh diberikan kepada siapa saja. Infaq ada yang wajib ada juga yang sunah. Infaq yang wajib diantaranya zakat, kafarat, nazar, dan lain-lain. Infaq sunah diantaranya, infaq kepada para fakir miskin, sesama muslim, infaq bencana alam, infaq kemanusiaan, dan lain-lain. Terkait dengan infaq Rasulullah bersabda dalm hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore: "Ya Allah berilah orang yang berinfaq, gantinya. Dan berkata yang lain: "Ya Allah yang menahan infaq, kehancuran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya zakat,infaq, dan shodaqoh merupakan kebuktian iman kita kepada allah dan sesama muslim yang membutuhkannya. Dan hikmah dari semua itu adalah :&lt;br /&gt;1. Menghindari kesenjangan sosial antara orang kaya dan kaum dhu'afa&lt;br /&gt;2. Membersihkan dan mengingkis akhlak yang buruk&lt;br /&gt;3. Alat membersih harta dan menjagah dari ketamakan orang jahat&lt;br /&gt;4. ungkapan rasa syukur atas nikmat yang allah berikan&lt;br /&gt;5. untuk pengembangan potensi ummat&lt;br /&gt;6. dukunkan moral kepada prang yang baru masuk islam&lt;br /&gt;7. menolong, membantu,dan membina kaum dhu'afa yang lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber&lt;br /&gt;1. KH. Imam Zarkasi, Fiqh 2 (Gontor-Ponogoro Tri Murti press. 95) hal. 1&lt;br /&gt;2. Nuruddin Mhd. Ali. Zakat Sebagai Instrumen Dalam Kebijakan Fiskal (Jakarta, PT&lt;br /&gt;Raja Grafindo Persada) hal. 6&lt;br /&gt;3. Hasbi Ash Shiddieqy. Kuliah Ibadah ( Jakarta, PT. Bulan Bintang ), hal. 168&lt;br /&gt;4. yusuf qardhawi, kiat islam mengentaskan kemiskinan, (jakarta : Gema insani press,&lt;br /&gt;1995), cet. 1, h.91&lt;br /&gt;5. Muhamad Daud Ali, System Ekonomi Islam Zakat Dan Wakaf (Jakarta, Ui-Press) hal..&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;6. Naeem siddiqui, muashhi na. Hamwarion-ka-islami, (economic inequalities and their&lt;br /&gt;islamic solution), h.343&lt;br /&gt;7. Muhamad Daud Ali. Ibid,h.23&lt;br /&gt;(sumber artikel:http://uchinfamiliar.blogspot.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-1431747591131637082?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/1431747591131637082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-zakat-infaq-dan-shodaqoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1431747591131637082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1431747591131637082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/pengertian-zakat-infaq-dan-shodaqoh.html' title='Pengertian Zakat, Infaq dan shodaqoh'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-2432959200870938487</id><published>2010-01-15T14:13:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T14:17:26.506+07:00</updated><title type='text'>syarat wajib zakat dan harta yang wajib dizakati</title><content type='html'>Ada 2 syarat wajib zakat, yaitu yang pertama menyangkut orang dan yang kedua berkenaan dengan harta. Syarat yang berkenaan dengan orang yang wajib zakat, para ulama bersepakat bahwa mengeluarkan zakat itu wajib atas setiap muslim yang sudah baligh –dan berakal dan tidak wajib atas non muslim– karena zakat adalah salah satu rukun Islam. Ini berdasar pesan Rasulullah saw. kepada Mua’dz bin Jabal saat mengutusnya ke Yaman, “… beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat yang diambil dari para orang kaya dan dibagikan kepada para orang fakir.” (muttafaq alaih). Artinya zakat adalah kewajiban yang tidak diwajibkan &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada seseorang sebelum masuk Islam. Meskipun zakat itu adalah kewajiban sosial yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, tetapi saja zakat merupkan ibadah dalam Islam. Dan makna ibadah inilah yang lebih dominann sehingga tidak diwajibkan atas non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah bersepakat bahwa zakat diwajibkan pula pada harta orang kaya muslim yang dalam kondisi gila. Walinya yang mengeluarkan zakat itu. Hal ini berdasar kepada ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi yang memerintahkan zakat mencakup seluruh orang kaya, tanpa mengecualikan anak-anak dan orang gila. Hadits Rasulullah saw., “Dagangkanlah harta anak yatim sehingga hartanya tidak dimakan zakat.” (Hadits ini diriwayatkan dari banyak jalur, yang saling menguatkan). Mayoritas para sahabat berpendapat demikian, di antaranya Umar dan anaknya (Abdullah ibnu Umar), Ali, Aisyah, dan Jabir r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat adalah haqqul mal, seperti kata Abu Bakar r.a. dalam penegasannya saat memerangi orang murtad yang tidak mau membayar zakat. Dan haqqul mal diambil dari anak kecil dan orang gila. Karena zakat berkaitan dengan harta, bukan dengan personalnya. Pendapat ini dipegang oleh madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang menyangkut harta, harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah harta yang telah memenuhi beberapa syarat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kepemilikan penuh. Maksudnya, penguasaan seseorang terhadap harta kekayaan sehingga bisa menggunakannya secara khusus. Karena Allah swt. mewajibkan zakat ketika harta itu sudah dinisbatkan kepada pemiliknya. Perhatikan firman Allah swt. ini, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (At-Taubah: 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah zakat tidak diambil dari harta yang tidak ada pemiliknya secara definitif. Seperti al-fa’i (harta yang diperoleh tanpa perang), ghanimah, aset negara, kepemilikan umum, dan waqaf khairi. Sedang waqaf pada orang tertentu, maka tetap kena wajib zakat menurut pendapat yang rajih (kuat)[1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak wajib zakat pada harta haram, yaitu harta yang diperoleh manusia dengan cara haram, seperti ghasab (ambil alih semena-mena), mencuri, pemalsuan, suap, riba, ihtikar (menimbun untuk memainkan harga), menipu. Cara-cara ini tidak membuat seseorang menjadi pemilik harta. Ia wajib mengembalikan kepada pemiliknya yang sah. Jika tidak ditemukan pemiliknya, maka ia wajib bersedekah dengan keseluruhannya. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hutang, yang masih ada harapan kembali, maka pemilik harta harus mengeluarkan zakatnya setiap tahun. Namun jika tidak ada harapan kembali, maka pemilik hanya berkewajiban zakat pada saat hutang itu dikembalikan dan hanya zakat untuk satu tahun (inilah madzhab Al-Hasan Al-Bashriy dan Umar bin Abdul Aziz) atau dari tahun-tahun sebelumnya (madzhab Ali dan Ibnu Abbas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berkembang. Artinya, harta yang wajib dikeluarkan zakatnya harus harta yang berkembang aktif, atau siap berkembang, yaitu harta yang lazimnya memberi keuntungan kepada pemilik. Rasulullah saw. Bersabda, “Seorang muslim tidak wajib mengeluarkan zakat dari kuda dan budaknya.” (Muslim). Dari hadits ini beberapa ulama berpendapat bahwa rumah tempat tinggal dan perabotannya serta kendaraan tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Karena harta itu disiapkan untuk kepentingan konsumsi pribadi, bukan untuk dikembangkan. Dari ini pula rumah yang disewakan dikenakan zakat karena dikategorikan sebagai harta berkembang, jika telah memenuhi syarta-syarat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencapai nishab, yaitu batas minimal yang jika harta sudah melebihi batas itu, wajib mengeluarkan zakat; jika kurang dari itu, tidak wajib zakat. Jika seseorang memiliki kurang dari lima ekor onta atau kurang dari empat puluh ekor kambing, atau kurang dari dua ratus dirham perak, maka ia tidak wajib zakat. Syarat mencapai nishab adalah syarat yang disepakati oleh jumhurul ulama. Hikmahnya adalah orang yang memiliki kurang dari nishab tidak termasuk orang kaya, sedang zakat hanya diwajibkan atas orang kaya untuk menyenangkan orang miskin. Hadits Nabi, “Tidak wajib zakat, kecuali dari orang kaya.” (Bukhari dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nishab itu sudah lebih dari kebutuhan dasar pemiliknya sehingga ia terbukti kaya. Kebutuhan minimal itu ialah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi ia akan mati. Seperti makan, minum, pakaian, tempat tinggal, alat kerja, alat perang, dan bayar hutang. Jika ia memiliki harta dan dibutuhkan untuk keperluan ini, maka ia tidak zakat. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah swt., “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.” (Al-Baqarah: 219). Al-afwu adalah yang lebih dari kebutuhan keluarga, seperti yang dikatakan oleh kebanyakan ahli tafsir. Demikian juga yang Rasulullah saw. katakan, “Tidak wajib zakat, kecuali dari orang kaya.” (Bukhari dan Ahmad). Kebutuhan dasar itu mencakup kebutuhan pribadi dan yang menjadi tanggung jawabnya seperti isteri, anak, orang tua, kerabat yang dibiayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pemilik lebih dari nishab itu tidak berhutang yang menggugurkan atau mengurangi nishabnya. Karena membayar hutang lebih didahulukan waktunya daripada hak orang miskin, juga karena kepemilikan orang berhutang itu lemah dan kurang. Orang yang berhutang adalah orang yang diperbolehkan menerima zakat, termasuk dalam kelompok gharimin, dan zakat hanya wajib atas orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang dapat menggugurkan atau mengurangi kewajiban zakat berlaku pada harta yang zhahir, seperti hewan ternak dan tanaman pangan, juga pada harta yang tak terlihat seperti uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat hutang yang menggugurkan atau mengurangi zakat itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. hutang yang menghabiskan atau mengurangi nishab dan tidak ada yang dapat dugunakan membayarnya kecuali harta nishab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. hutang yang tidak bisa ditunda lagi, sebab jika hutang yang masih bisa ditunda tidak menghalangi kewajiban zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Syarat terakhir, hutang itu merupakan hutang adamiy (antar manusia), sebab hutang dengan Allah seperti nadzar, kifarat tidak menghalangi kewajiban zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Telah melewati masa satu tahun. Harta yang sudah mencapai satu nishab pada pemiliknya itu telah melewati masa satu tahun qamariyah penuh. Syarat ini disepakati untuk harta seperti hewan ternak, uang, perdagangan. Sedangkan pertanian, buah-buahan, madu, tambang, dan penemuan purbakala, tidak berlaku syarat satu tahun ini. Harta ini wajib dikeluarkan zakatnya begitu mendapatkannya. Dalil waktu satu tahun untuk ternak, uang, dan perdagangan adalah amal khulafaur rasyidin yang empat, dan penerimaan para sahabat, juga hadits Ibnu Umar dari Nabi saw., “Tidak wajib zakat pada harta sehingga ia telah melewati masa satu tahun.” (Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat Hewan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan adalah salah satu jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Hewan yang dikeluarkan zakatnya adalah onta, sapi, kerbau, dan kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat zakat hewan ternak adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mencapai jumlah satu nishab, yaitu 5 onta, 30 sapi, dan 40 kambing.&lt;br /&gt;    * Sudah melewati satu tahun, dan zakat hanya dikeluarkan setahun sekali.&lt;br /&gt;    * Digembalakan di ladang yang boleh untuk menggembala. Sedangkan hewan yang dikandangkan (diberi makan di kandang dan tidak digembalakan), maka tidak wajib zakat kecuali menurut madzhab Maliki.&lt;br /&gt;    * Tidak menjadi alat kerja, membajak, menyiram, atau membawa barang. Sebab jika dipekerjakan, statusnya lebih mirip menjadi alat kerja daripada kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Zakat Onta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab onta adalah 5, maka barangsiapa memiliki 4 ekor onta, ia belum wajib zakat. Zakat wajibnya seperti dalam table berikut ini:&lt;br /&gt;Jumlah  Zakat wajibnya&lt;br /&gt;5 – 1 9  Seekor kambing&lt;br /&gt;10 – 14  Dua ekor kambing&lt;br /&gt;15 – 19  Tiga ekor kambing&lt;br /&gt;20 – 24  Empat ekor kambing&lt;br /&gt;25 – 35  1 bintu makhadh/anak onta yang induknya sedang hamil (usia &gt; 1 tahun)&lt;br /&gt;36 – 45  1 bintu labun/anak onta yang induknya sedang menyusui (usia &gt; 2 tahun)&lt;br /&gt;46 – 60  1 onta hiqqah (onta betina yang berumut &gt; 3 tahun)&lt;br /&gt;61 – 75  1 onta jadza’ah ( onta betina berumur &gt; 4 tahun)&lt;br /&gt;76 – 90  2 ekor onta bintu labun&lt;br /&gt;91 – 120  2 hiqqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 120, maka setiap 50 ekor zakatnya satu hiqqah, dan setiap 40 ekor zakatnya satu bintu labun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika disimak ketentuan zakat onta yang kurang dari 25 ekor menggunakan kambing, ini berbeda dengan kaidah bahwa zakat itu diambilkan dari harta yang dizakati. Penggunaan kambing untuk zakat onta ini adalah salah satu bentuk keringanan dalam Islam terhadap pemiliki onta yang masih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Zakat Sapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat sapi hukumnya wajib berdasarkan As-Sunnah dan Ijma’. Hadits Abu Dzarr dari Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorangpun yang memiliki onta, sapi, atau kambing tetapi tidak membayar haknya, kecuali di hari kiamat akan datang lebih besar dan gemuk dari yang ada sebelumnya, kemudian menginjak-injak dengan kaki-kakinya, dan menyeruduk dengan tanduknya. Ketika sampai ke belakang bersambung dengan yang terdepan, sehingga diputuskan di tengah-tengah manusia.” (Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang ijma’, seperti yang disebutkan penulis Al-Mughniy, dan menegaskan bahwa tidak ada seorangpun ulama yang menolak zakat sapi sepanjang masa (lihat Al-Mughniy Juz: II).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab sapi yang dipilih oleh empat madzhab adalah 30 ekor sapi. Kurang dari itu, tidak wajib zakat. Tiga puluh ekor sapi itu zakatnya seekor tabi’ (sudah berusia 1 tahun, dan masuk ke tahun kedua, disebut tabi’ -artinya ikut– karena ia masih mengikuti induknya), dan jika sudah mencapai jumlah 40 ekor, zakatnya seekor sapi musinnah (berusia 2 tahun dan masuk ke tahun ketiga, disebut musinnah -artinya bergigi karena sudah mulai tampak giginya). Dan jika sudah berjumlah 60 ekor, zakatnya 2 ekor anak sapi. Dan jika sudah berjumlah 70 ekor sapi, zakatnya satu ekor tabi’ dan satu ekor musinnah. Jika sudah berjumlah 80 ekor, zakatnya 2 ekor musinnah. Jika sudah mencapai 90 ekor, zakatnya 1 musinnah dan 2 ekor tabi’. Jika berjumlah 100 ekor sapi, zakatnya 2 musinnah dan 1 ekor tabi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil masalah ini adalah hadits Masruq dari Mu’adz bin Jabal. Muadz berkata, “Rasulullah saw. mengutusku ke Yaman, dan menyuruhku untuk mengambil setiap 30 ekor sapi, seekor tabi’ jantan atau betina, dan setiap 40 ekor zakatnya satu ekor musinnah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Said bin Al Musayyib dan Ibnu Syihab Az Zuhriy berpendapat bahwa nishab sapi adalah sama dengan nishab onta, yaitu 5 ekor. Imam At-Thabari berpendapat bahwa nishab onta adalah 50 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Zakat Kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukumnya wajib berdasarkan As-Sunnah dan Ijma’. Abu Bakar r.a. memberikan catatan kepada Anas r.a. tentang nishab hewan ternak, seperti yang telah disebutkan di depan. Al-Majmu’ (Imam An-Nawawi) dan Al-Mughni (Ibnu Qudamah) menyebutkan telah terjadi ijma’ tentang wajib zakat kambing. Besar zakat kambing seperti yang ditulis Abu Bakar r.a. dapat dilihat dalam table berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar zakat wajibnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak wajib zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;120&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;121&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;200&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;201&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;299&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga ekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;300&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;399&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat ekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;400&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;499&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima ekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya setiap seratus ekor kambing zakatnya satu ekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat di sini, bahwa syariah Islam meringankan zakat kambing. Semakin banyak, zakatnya 1%, padahal persentase zakat yang lazim 2,5%. Hikmah yang tampak adalah, bahwa kambing itu banyak yang kecil karena dalam setahun ia beranak lebih dari sekali, dan setiap kali beranak lebih dari satu ekor, terutama domba. Kambing-kambing kecil ini dihitung, tetapi tidak bisa digunakan untuk membayar zakat. Dari itulah keringanan ini tidak menjadi kecemburuan pemilik onta dan sapi atas pemilik kambing. Sedangkan bilangan 40 pertama, wajib mengeluarkan zakatnya seekor kambing, karena di antara syaratnya -menurut yang rajah (kuat)– 4 ekor kambing itu telah dewasa. Dan inilah pendapat madzhab Abu Hanifah dan Asy-Syafi’i dalam membahas zakat seluruh hewan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat hewan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Para ulama bersepakat bahwa kuda untuk transportasi dan jihad fi sabilillah tidak diwajjibkan zakat. Sedangkan yang diperdagangkan, wajib dikeluarkan zakat dagangan. Demikian juga kuda yang dikurung, tidak wajib zakat karena yang wajib dizakati adalah hewan yang digembalakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sedangkan untuk kuda gembalaan yang dilakukan seorang muslim untuk memperoleh anaknya –kudanya tidak hanya jantan–, Abu Hanifah berpendapat tentang wajibnya zakat kuda ini, yaitu satu dinar setiap ekornya untuk kuda Arab, atau senilai 2,5% dari perkiraan harga kuda untuk kuda non Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika kemudian berkembang jenis-jenis hewan baru yang menjadi peliharaan untuk pengembangan dan memperoleh hasilnya, seperti keledai, apakah ada kewajiban zakatnya? Para ulama modern seperti Muhammad Abu Zahrah, Abdul Wahab Khallaf, dan Yusuf Qardhawi mengatakan wajib zakat. Karena qiyas masalah zakat dapat dianalisis alasan hukumnya. Umar r.a. mewajibkan zakat kuda karena alasan yang logis, dan diikuti oleh Abu Hanifah. Nishab yang digunakan adalah senilai 20 mitsqal emas, dengan wajib zakatnya 2,5%. Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa nishab hewan itu adalah dua kali lipat nishab uang, minimal berjumlah 5 ekor, dan senilai 5 ekor onta atau 40 kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Zakat Hewan Ternak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bebas dari aneka cacat, tidak sakit, tidak patah tulang, dan tidak pula pikun. Kecuali jika seluruh ternak mengalami cacat tertentu, maka diperbolehkan mengeluarkan zakatnya dari yang cacat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Betina, bagi yang mensyaratkan. Dalam kasus ini tidak boleh mengambil zakat jantan, kecuali jika lebih dewasa. Menurut madzhab Hanafi diperbolehkan zakatnya dengan uang senilai hewan yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Umur hewan. Ada beberapa hadits yang membatasi umur hewan zakat ternak. Maka harus terikat dengan ketentuan ini. Jika tidak ada yang memenuhi standar umur itu, maka diperbolehkan mengeluarkan yang lebih besar atau yang lebih kecil, dan mengambil selisih harganya menurut madhab Syafi’i. Sedang menurut Abu Hanifah dibayar dengan uang senilai hewan yang wajib dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sedang. Pemungut zakat tidak boleh mengambil yang paling bagus atau yang paling buruk, akan tetapi mengambil kualitas sedang, dengan memperhatikan posisi pemiliki dan fakir miskin sebagai mustahiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternak dimiliki oleh beberapa pemilik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada dua orang yang menggabungkan ternaknya, maka penggabungan ini tidak mempengaruhi nishab maupun zakat menurut Abu Hanifah, masing-masing berkewajiban mengeluarkan zakatnya sendiri-sendiri ketika sudah mencapai nishabnya. Tetapi menurut madzhab Syafi’i, penggabungan hewan ternak dapat mempengaruhi nishab dan zakat, sepertinya ia menjadi milik satu orang dengan syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kandang penginapannya menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tempat peristirahatanya satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tempat penggemabalaannya menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penggabungan itu sudah berlangsung satu tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Yang digabung itu sudah mencapai satu nishab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masing-masing penggabung adalah orang secara pribadi berkewajiban zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti dua orang yang bergabung satu orang memiliki dua puluh ekor kambing, dan yang kedua memiliki empat puluh ekor kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * menurut Abu Hanifah, yang pertama tidak wajib zakat karena belum mencapai satu nishab dan yang kedua wajib zakat, satu ekor kambing&lt;br /&gt;    * menurut madzhab Syafi’i, kedua orang itu hanya wajib memabyar satu ekor kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini terlihat bahwa madzhab Hanfi lebih dekat dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan orang fakir, akantetapi madzhab Syafi’i dengan keputusannya itu lebih dekat kepada sistem korporasi modern, terutama korporasi partisipasif, nishabnya lebih simple dan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat Madu dan Produk Hewani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Zakat madu hukumnya wajiib menurut madzhab Hanbali dan Hanafi. Sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits dari Rasulullah saw. dan para sahabatnya, yang saling menguatkan, di antara yang kuat adalah riwayat Abu Daud dan An-Nasa’i: Hilal (seorang dari Bani Qai’an) mendatangi Rasulullah saw. dengan membawa sepersepuluh madu lebahnya. Rasulullah memintanya untuk menjaga lembah yang bernama lembah Salbah, lalu ia menjaga lembah itu. Ketika Umar r.a. menjadi khalifah, Sufyan bin Wahb menulis surat kepada Umar bin Khaththab menanyakan hal ini. Lalu Umar menjawab, “Jika ia masih membayar sepersepuluh yang pernah diberikan di masa Rasulullah, maka silahkan ia menjaga lembah Salbah, dan jika tidak, maka sesungguhnya mereka itu lebah hujan yang dimakan oleh siapa saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persentase zakatnya adalah sepersepuluh setelah dikurangi biaya produksi jika ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menurut Abu Hanifah, tidak ada nishab zakat madu, tetapi diambil zakatnya dari berapapun jumlahnya sedikit ataupun banyak. Menurut Abu Yusuf, nishabnya ketika sudah senilai lima wisq, yaitu nishab terkecil barang-barang yang dapat ditimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hasil-hasil hewani seperti susu, sutera, telur, dan daging yang menjadi kakayaan besar di zaman sekarang ini. Apakah wajib zakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jika zakat sudah diambil dari fisik hewannya seperti sapi sebagai pengahsil susu, maka ketika itu tidak wajib zakat susu.&lt;br /&gt;    * Jika belum diambil zakat fisik hewannya, seperti ayam dan sejenisnya, maka ketika itu diambil zakat dari hasilnya, dikiaskan dengan madu yang merupakan hasil lebah, atau diqiaskan dengan tanah yang dikeluarkan hasilnya bukan tanahnya.&lt;br /&gt;    * Nishab zakat ini senilai lima wisq, yang merupakan nishab terendah dari hasil tanaman yang ditimbang, yaitu 653 kg. Persentasenya sepersepuluh jika diqiaskan dengan tanah yang disiram dengan air hujan, dan seperduapuluh jika disiram dengan alat, di mana muzakki mengeluarkan dana untuk biaya produksinya.&lt;br /&gt;    * Dan sangat mungkin ditentukan persentase zakatnya 2,5% jika dipertimbangkan bahwa produk hewani sama dengan harta perdagangan, diabayarkan dari modal dan hasil.&lt;br /&gt;(sumber:dakwatuna.com)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-2432959200870938487?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/2432959200870938487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-wajib-zakat-dan-harta-yang-wajib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2432959200870938487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2432959200870938487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syarat-wajib-zakat-dan-harta-yang-wajib.html' title='syarat wajib zakat dan harta yang wajib dizakati'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-2172425300807719852</id><published>2010-01-15T14:06:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T14:09:09.632+07:00</updated><title type='text'>Rukun Sholat dan penjelasannya</title><content type='html'>Rukun-Rukun Shalat&lt;br /&gt;Rukun-rukun shalat ada empat belas: 1. Berdiri bagi yang mampu, 2. Takbiiratul-Ihraam, 3. Membaca Al-Fatihah, 4. Ruku', 5. I'tidal setelah ruku', 6. Sujud dengan anggota tubuh yang tujuh, 7. Bangkit darinya, 8. Duduk di antara dua sujud, 9. Thuma'ninah (Tenang) dalam semua amalan, 10. Tertib rukun-rukunnya, 11. Tasyahhud Akhir, 12. Duduk untuk Tahiyyat Akhir, 13. Shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 14. Salam dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Empat Belas Rukun Shalat&lt;br /&gt;1. Berdiri tegak pada shalat fardhu bagi yang mampu&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya firman Allah 'azza wa jalla, "Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (shalat 'Ashar), serta berdirilah untuk Allah 'azza wa jalla dengan khusyu'." (Al-Baqarah:238)&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Shalatlah dengan berdiri..." (HR. Al-Bukhary)&lt;br /&gt;2. Takbiiratul-ihraam, yaitu ucapan: 'Allahu Akbar', tidak boleh dengan ucapan lain&lt;br /&gt;Dalilnya hadits, "Pembukaan (dimulainya) shalat dengan takbir dan penutupnya dengan salam." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)&lt;br /&gt;Juga hadits tentang orang yang salah shalatnya, "Jika kamu telah berdiri untuk shalat maka bertakbirlah." (Idem)&lt;br /&gt;3. Membaca Al-Fatihah&lt;br /&gt;Membaca Al-Fatihah adalah rukun pada tiap raka'at, sebagaimana dalam hadits,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ.&lt;br /&gt;"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah." (Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;4. Ruku'&lt;br /&gt;5. I'tidal (Berdiri tegak) setelah ruku'&lt;br /&gt;6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh&lt;br /&gt;7. Bangkit darinya&lt;br /&gt;8. Duduk di antara dua sujud&lt;br /&gt;Dalil dari rukun-rukun ini adalah firman Allah 'azza wa jalla, "Wahai orang-orang yang beriman ruku'lah dan sujudlah." (Al-Hajj:77)&lt;br /&gt;Sabda Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, "Saya telah diperintahkan untuk sujud dengan tujuh sendi." (Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;9. Thuma'ninah dalam semua amalan&lt;br /&gt;10. Tertib antara tiap rukun&lt;br /&gt;Dalil rukun-rukun ini adalah hadits musii` (orang yang salah shalatnya),&lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk mesjid, lalu seseorang masuk dan melakukan shalat lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: 'Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, ... Orang itu melakukan lagi seperti shalatnya yang tadi, lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: 'Kembali! Ulangi shalatmu!t Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, ... sampai ia melakukannya tiga kali, lalu ia berkata: 'Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, saya tidak sanggup melakukan yang lebih baik dari ini maka ajarilah saya!' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: 'Jika kamu berdiri hendak melakukan shalat, takbirlah, baca apa yang mudah (yang kamu hafal) dari Al-Qur`an, kemudian ruku'lah hingga kamu tenang dalam ruku', lalu bangkit hingga kamu tegak berdiri, sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud, bangkitlah hingga kamu tenang dalam duduk, lalu lakukanlah hal itu pada semua shalatmu." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)&lt;br /&gt;11. Tasyahhud Akhir&lt;br /&gt;Tasyahhud akhir termasuk rukun shalat sesuai hadits dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Tadinya, sebelum diwajibkan tasyahhud atas kami, kami mengucapkan: 'Assalaamu 'alallaahi min 'ibaadih, assalaamu 'alaa Jibriil wa Miikaa`iil (Keselamatan atas Allah 'azza wa jalla dari para hamba-Nya dan keselamatan atas Jibril 'alaihis salam dan Mikail 'alaihis salam)', maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;"Jangan kalian mengatakan, 'Assalaamu 'alallaahi min 'ibaadih (Keselamatan atas Allah 'azza wa jalla dari para hamba-Nya)', sebab sesungguhnya Allah 'azza wa jalla Dialah As-Salam (Dzat Yang Memberi Keselamatan) akan tetapi katakanlah, 'Segala penghormatan bagi Allah, shalawat, dan kebaikan', ..." Lalu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan hadits keseluruhannya. Lafazh tasyahhud bisa dilihat dalam kitab-kitab yang membahas tentang shalat seperti kitab Shifatu Shalaatin Nabiy, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy dan kitab yang lainnya.&lt;br /&gt;12. Duduk Tasyahhud Akhir&lt;br /&gt;Sesuai sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan At-Tahiyyat." (Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;13. Shalawat atas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Jika seseorang dari kalian shalat... (hingga ucapannya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam) lalu hendaklah ia bershalawat atas Nabi."&lt;br /&gt;Pada lafazh yang lain, "Hendaklah ia bershalawat atas Nabi lalu berdoa." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;14. Dua Kali Salam&lt;br /&gt;Sesuai sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "... dan penutupnya (shalat) ialah salam."&lt;br /&gt;Inilah penjelasan tentang syarat-syarat dan rukun-rukun shalat yang harus diperhatikan dan dipenuhi dalam setiap melakukan shalat karena kalau meninggalkan salah satu rukun shalat baik dengan sengaja atau pun lupa maka shalatnya batal, harus diulang dari awal. Wallaahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel :&lt;br /&gt;fdawj.co.nr&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-2172425300807719852?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/2172425300807719852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-sholat-dan-penjelasannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2172425300807719852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/2172425300807719852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-sholat-dan-penjelasannya.html' title='Rukun Sholat dan penjelasannya'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-1437265202810607063</id><published>2010-01-15T14:03:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T14:10:38.167+07:00</updated><title type='text'>syrat sah sholat dan penjelasannya</title><content type='html'>Syarat-Syarat Shalat&lt;br /&gt;Shalat tidak akan sah kecuali jika memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang wajib ada padanya serta menghindari hal-hal yang akan membatalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat-syaratnya ada sembilan: 1. Islam, 2. Berakal, 3. Tamyiz (dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk), 4. Menghilangkan hadats, 5. Menghilangkan najis, 6. Menutup aurat, 7. Masuknya waktu, 8. Menghadap kiblat, 9. Niat.&lt;br /&gt;Secara bahasa, syuruuth (syarat-syarat) adalah bentuk jamak dari kata syarth yang berarti alamat.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah adalah apa-apa yang ketiadaannya menyebabkan ketidakadaan (tidak sah), tetapi adanya tidak mengharuskan (sesuatu itu) ada (sah). Contohnya,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; jika tidak ada thaharah (kesucian) maka shalat tidak ada (yakni tidak sah), tetapi adanya thaharah tidak berarti adanya shalat (belum memastikan sahnya shalat, karena masih harus memenuhi syarat-syarat yang lainnya, rukun-rukunnya, hal-hal yang wajibnya dan menghindari hal-hal yang membatalkannya, pent.). Adapun yang dimaksud dengan syarat-syarat shalat di sini ialah syarat-syarat sahnya shalat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Sembilan Syarat Sahnya Shalat&lt;br /&gt;1. Islam&lt;br /&gt;Lawannya adalah kafir. Orang kafir amalannya tertolak walaupun dia banyak mengamalkan apa saja, dalilnya firman Allah 'azza wa jalla, "Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik untuk memakmurkan masjid-masjid Allah padahal mereka menyaksikan atas diri mereka kekafiran. Mereka itu, amal-amalnya telah runtuh dan di dalam nerakalah mereka akan kekal." (At-Taubah:17)&lt;br /&gt;Dan firman Allah 'azza wa jalla, "Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (Al-Furqan:23)&lt;br /&gt;Shalat tidak akan diterima selain dari seorang muslim, dalilnya firman Allah 'azza wa jalla, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Aali 'Imraan:85)&lt;br /&gt;2. Berakal&lt;br /&gt;Lawannya adalah gila. Orang gila terangkat darinya pena (tidak dihisab amalannya) hingga dia sadar, dalilnya sabda Rasulullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَالْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ، وَالصَّغِيْرِ حَتَّى يَبْلُغَ. (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُوْدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه)&lt;br /&gt;"Diangkat pena dari tiga orang: 1. Orang tidur hingga dia bangun, 2. Orang gila hingga dia sadar, 3. Anak-anak sampai ia baligh." (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;3. Tamyiz&lt;br /&gt;Yaitu anak-anak yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, dimulai dari umur sekitar tujuh tahun. Jika sudah berumur tujuh tahun maka mereka diperintahkan untuk melaksanakan shalat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مُرُوْا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعٍ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ. (رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَاْلإِمَامُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُوْدَ)&lt;br /&gt;"Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing." (HR. Al-Hakim, Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;4. Menghilangkan Hadats (Thaharah)&lt;br /&gt;Hadats ada dua: hadats akbar (hadats besar) seperti janabat dan haidh, dihilangkan dengan mandi (yakni mandi janabah), dan hadats ashghar (hadats kecil) dihilangkan dengan wudhu`, sesuai sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;"Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci." (HR. Muslim dan selainnya)&lt;br /&gt;Dan sabda Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, "Allah tidak akan menerima shalat orang yang berhadats hingga dia berwudlu`." (Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;5. Menghilangkan Najis&lt;br /&gt;Menghilangkan najis dari tiga hal: badan, pakaian dan tanah (lantai tempat shalat), dalilnya firman Allah 'azza wa jalla, "Dan pakaianmu, maka sucikanlah." (Al-Muddatstsir:4)&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَنَزَّهُوْا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ.&lt;br /&gt;"Bersucilah dari kencing, sebab kebanyakan adzab kubur disebabkan olehnya."&lt;br /&gt;6. Menutup Aurat&lt;br /&gt;Menutupnya dengan apa yang tidak menampakkan kulit (dan bentuk tubuh), berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah haidh (yakni yang telah baligh) kecuali dengan khimar (pakaian yang menutup seluruh tubuh, seperti mukenah)." (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;Para ulama sepakat atas batalnya orang yang shalat dalam keadaan terbuka auratnya padahal dia mampu mendapatkan penutup aurat. Batas aurat laki-laki dan budak wanita ialah dari pusar hingga ke lutut, sedangkan wanita merdeka maka seluruh tubuhnya aurat selain wajahnya selama tidak ada ajnaby (orang yang bukan mahramnya) yang melihatnya, namun jika ada ajnaby maka sudah tentu wajib atasnya menutup wajah juga.&lt;br /&gt;Di antara yang menunjukkan tentang mentutup aurat ialah hadits Salamah bin Al-Akwa` radhiyallahu 'anhu, "Kancinglah ia (baju) walau dengan duri."&lt;br /&gt;Dan firman Allah 'azza wa jalla, "Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid." (Al-A'raaf:31) Yakni tatkala shalat.&lt;br /&gt;7. Masuk Waktu&lt;br /&gt;Dalil dari As-Sunnah ialah hadits Jibril 'alaihis salam bahwa dia mengimami Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di awal waktu dan di akhir waktu (esok harinya), lalu dia berkata: "Wahai Muhammad, shalat itu antara dua waktu ini."&lt;br /&gt;Dan firman Allah 'azza wa jalla, "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (An-Nisa`:103)&lt;br /&gt;Artinya diwajibkan dalam waktu-waktu yang telah tertentu. Dalil tentang waktu-waktu itu adalah firman Allah 'azza wa jalla, "Dirikanlah shalat dari sesudah tergelincirnya matahari sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (Al-Israa`:78)&lt;br /&gt;8. Menghadap Kiblat&lt;br /&gt;Dalilnya firman Allah, "Sungguh Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil-Haram, dan di mana saja kalian berada maka palingkanlah wajah kalian ke arahnya." (Al-Baqarah:144)&lt;br /&gt;9. Niat&lt;br /&gt;Tempat niat ialah di dalam hati, sedangkan melafazhkannya adalah bid'ah (karena tidak ada dalilnya). Dalil wajibnya niat adalah hadits yang masyhur, "Sesungguhnya amal-amal itu didasari oleh niat dan sesungguhnya setiap orang akan diberi (balasan) sesuai niatnya." (Muttafaqun 'alaih dari 'Umar Ibnul Khaththab)&lt;br /&gt;(sumber:fdawj.co.nr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-1437265202810607063?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/1437265202810607063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syrat-sah-sholat-dan-penjelasannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1437265202810607063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/1437265202810607063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/syrat-sah-sholat-dan-penjelasannya.html' title='syrat sah sholat dan penjelasannya'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-674459896725661899</id><published>2010-01-15T13:22:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T14:00:30.743+07:00</updated><title type='text'>Rukun Iman</title><content type='html'>Rukun Iman (pilar keyakinan) ini adalah menurut aliran Islam Sunni terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Iman kepada Allah&lt;br /&gt;          o Patuh dan taat kepada Ajaran Allah dan Hukum-hukumNya&lt;br /&gt;    * Iman kepada Malaikat-malaikat Allah&lt;br /&gt;          o Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta&lt;br /&gt;    * Iman kepada Kitab-kitab Allah&lt;br /&gt;          o Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur'an&lt;br /&gt;          o Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taurat, dan Injil&lt;br /&gt;    * Iman kepada Rasul-rasul Allah&lt;br /&gt;          o Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran&lt;br /&gt;    * Iman kepada hari Kiamat&lt;br /&gt;          o Paham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan&lt;br /&gt;    * Iman kepada Qada dan Qadar&lt;br /&gt;          o Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Iman ini adalah menurut aliran Islam Syiah terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * at-tauhid&lt;br /&gt;    * an-nubuwah&lt;br /&gt;    * al-imamah&lt;br /&gt;    * al-adhl&lt;br /&gt;(sumber:&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-674459896725661899?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/674459896725661899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-iman_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/674459896725661899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/674459896725661899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-iman_14.html' title='Rukun Iman'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2568300159411662089.post-3158940457024608133</id><published>2010-01-15T12:49:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T13:20:22.533+07:00</updated><title type='text'>Rukun Islam</title><content type='html'>Rukun Islam terdiri daripada lima perkara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.&lt;br /&gt;    * Menunaikan sholat lima kali sehari.&lt;br /&gt;    * Mengeluarkan zakat.&lt;br /&gt;    * Berpuasa pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;    * Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[sembunyikan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1 Syahadat&lt;br /&gt;          o 1.1 Makna "La ilaha Illallah"&lt;br /&gt;          o 1.2 Makna Syahadat “Muhammad Rasulullah”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 2 Shalat&lt;br /&gt;    * 3 Puasa&lt;br /&gt;    * 4 Zakat&lt;br /&gt;    * 5 Haji&lt;br /&gt;    * 6 Referensi&lt;br /&gt;          o 6.1 Sumber&lt;br /&gt;          o 6.2 Lihat pula&lt;br /&gt;          o 6.3 Pranala luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Syahadat&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Syahadat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun pertama : Bersaksi tidak ada ilah yang berhak disembah secara hak melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat (persaksian) ini memiliki makna yang harus diketahui seorang muslim berikut diamalkannya. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan namun tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya.&lt;br /&gt;[sunting] Makna "La ilaha Illallah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu; tidak ada yang berhak diibadahi secara hak di bumi maupun di langit melainkan Allah semata. Dialah ilah yang hak sedang ilah (sesembahan) selain-Nya adalah batil. Sedang Ilah maknanya ma’bud (yang diibadahi). Artinya secara harfiah adalah: "Tiada Tuhan Selain ALLAH"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang yang beribadah kepada selain Allah adalah kafir dan musyrik terhadap Allah sekalipun yang dia sembah itu seorang nabi atau wali. Sekalipun ia beralasan supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dan bertawasul kepadanya. Sebab orang-orang musyrik yang dulu menyelisihi Rasul, mereka tidak menyembah para nabi dan wali dan orang soleh melainkan dengan memakai alasan ini. Akan tetapi itu merupakan alasan batil lagi tertolak. Sebab mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dan bertawasul kepada-Nya tidak boleh dengan cara menyelewengkan ibadah kepada selain Allah. Melainkan hanya dengan menggunakan nama-nama dan sifat-Nya, dengan perantaraan amal sholeh yang diperintahkan-Nya seperti sholat, shodaqah, zikir, puasa, jihad, haji, bakti kepada orang tua serta lainnya, demikian pula dengan perantara doanya seorang mukmin yang masih hidup dan hadir dihadapannya ketika mendoakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah beraneka ragam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Diantaranya doa yaitu memohon kebutuhan dimana hanya Allah yang mampu melakukannya seperti menurunkan hujan, menyembuhkan orang sakit, menghilangkan kesusahan yang tidak mampu dilakukan oleh makhluk. Seperti pula memohon surga dan selamat dari neraka, memohon keturunan, rizki, kebahagiaan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Semua ini tidak boleh dimohonkan kecuali kepada Allah. Siapa yang memohon hal itu kepada makhluk baik masih hidup atau sudah mati berarti ia telah menyembahnya. Allah ta’ala berfirman memerintahkan hamba-hamba-Nya supaya berdoa hanya kepada-Nya berikut mengabarkan bahwa doa itu satu bentuk ibadah. Siapa yang menujukannya kepada selain Allah maka ia termasuk penghuni neraka. “Dan Robmu berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Berdoalah kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (yakni berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka dalam keadaan hina dina (Al Mukmin : 60)  ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman mengabarkan bahwa semua yang diseru selain Allah tidak memiliki manfaat atau madhorot untuk seorangpun sekalipun yang diseru itu nabi-nabi atau para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara macam ibadah : Menyembelih binatang, bernadzar dan mempersembahkan hewan kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak sah seseorang bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) dengan cara menyembelih binatang atau mempersembahkan hewan kurban atau bernadzar kecuali hanya ditujukan kepada Allah semata. Barangsiapa menyembelih karena selain Allah seperti orang yang menyembelih demi kuburan atau jin berarti ia telah menyembah selain Allah dan berhak mendapat laknat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara bentuk ibadah : Istighotsah (memohon bantuan), istianah (memohon pertolongan) dan istiadzah (memohon perlindungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak ada yang boleh dimintai bantuan ataupun pertolongan ataupun perlindungan kecuali Allah saja. Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Al karim :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan (Al Fatihah:4)  ”&lt;br /&gt;“  Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya (Al Falaq:1-2)  ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara bentuk ibadah : Tawakal, Roja (berharap) dan Khusyu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Manusia tidak boleh bertawakal selain kepada Allah, tidak boleh berharap selain kepada Allah, dan tidak boleh khusyu' melainkan kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bentuk menyekutukan Allah diantaranya berdoa kepada selain Allah baik berupa orang-orang yang masih hidup lagi diagungkan atau kepada penghuni kubur. Melakukan thowaf di kuburan mereka dan meminta dipenuhi hajatnya kepada mereka. Ini merupakan bentuk peribadatan kepada selain Allah dimana pelakunya bukan lagi disebut sebagai seorang muslim sekalipun mengaku Islam, mengucapkan la ila illallah Muhammad rasulullah, mengerjakan sholat, berpuasa dan bahkan haji ke baitullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Makna Syahadat “Muhammad Rasulullah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna syahadat Muhammad Rasulullah adalah mengetahui dan meyakini bahwa Muhammad utusan Allah kepada seluruh manusia, dia seorang hamba biasa yang tidak boleh disembah, sekaligus rasul yang tidak boleh didustakan. Akan tetapi harus ditaati dan diikuti. Siapa yang menaatinya masuk surga dan siapa yang mendurhakainya masuk neraka. Selain itu anda juga mengetahui dan meyakini bahwa sumber pengambilan syariat sama saja apakah mengenai syiar-syiar ibadah ritual yang diperintahkan Allah maupun aturan hukum dan syariat dalam segala sector maupun mengenai keputusan halal dan haram. Semua itu tidak boleh kecuali lewat utusan Allah yang bisa menyampaikan syariat-Nya. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh menerima satu syariatpun yang datang bukan lewat Rasul SAW. Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;“  Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah (Al Hasyr:7)  ”&lt;br /&gt;“  Maka demi Robbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh hati (An Nisa’:65)  ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Makna kedua ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pada ayat pertama Allah memerintahkan kaum muslimin supaya menaati Rasul-Nya Muhammad  pada seluruh yang diperintahkannya dan berhenti dari seluruh yang dilarangnya. Karena beliau memerintah hanyalah berdasarkan dengan perintah Allah dan melarang berdasar larangan-Nya.&lt;br /&gt;   2. Pada ayat kedua Allah bersumpah dengan diri-Nya yang suci bahwa sah iman seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya hingga ia mau berhukum kepada Rasul dalam perkara yang diperselisihkan antara dia dengan orang lain, kemudian ia puas keputusannya dan menerima dengan sepenuh hati. Rasul SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Barangsiapa mengerjakan suatu amal yang tidak ada contohnya dari urusan kami maka ia tertolak. Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya  ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan yang dianggap termasuk agama namun tidak ada contohnya dari Rasul dikenal dengan istilah bid'ah.&lt;br /&gt;[sunting] Shalat&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shalat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim dimana ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mensyariatkan dalam shalat, suci badan, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk sholat. Maka seorang muslim membersihkan diri dengan air suci dari semua barang najis seperti air kecil dan besar dalam rangka mensucikan badannya dari najis lahir dan hatinya dari najis batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat merupakan tiang agama. Ia sebagai rukun terpenting Islam setelah dua kalimat syahadat. Seorang muslim wajib memeliharanya semenjak usia baligh (dewasa) hingga mati. Ia wajib memerintahkannya kepada keluarga dan anak-anaknya semenjak usia tujuh tahun dalam rangka membiasakannya. Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (An Nisa: 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat wajib bagi seorang muslim dalam kondisi apapun hingga pada kondisi ketakutan dan sakit. Ia menjalankan sholat sesuai kemampuannya baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring hingga sekalipun tidak mampu kecuali sekedar dengan isyarat mata atau hatinya maka ia boleh sholat dengan isyarat. Rasul  mengkhabarkan bahwa orang yang meninggalkan sholat itu bukanlah seorang muslim entah laki atau perempuan. Ia bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah sholat. Siapa yang meninggalkannya berarti telah kafir” Hadits shohih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat lima waktu itu adalah sholat Shubuh, sholat Dhuhur, sholat Ashar, sholat Maghrib dan sholat Isya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sholat Shubuh dimulai dari munculnya mentari pagi di Timur dan berakhir saat terbit matahari. Tidak boleh menunda sampai akhir waktunya. Waktu sholat Dhuhur dimulai dari condongnya matahari hingga sesuatu sepanjang bayang-bayangnya. Waktu sholat Ashar dimulai setelah habisnya waktu Dhuhur hingga matahari menguning dan tidak boleh menundanya hingga akhir waktu. Akan tetapi ditunaikan selama matahari masih putih cerah. Waktu Maghrib dimulai setelah terbenamnya matahari dan berakhir dengan lenyapnya senja merah dan tidak boleh ditunda hingga akhir waktunya. Sedang waktu sholat Isya’ dimulai setelah habisnya waktu maghrib hingga akhir malam dan tidak boleh ditunda setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya seorang muslim menunda-nunda sekali sholat saja dari ketentuan waktunya hingga keluar waktunya tanpa alasan yang dibenarkan syariat diluar keinginannya maka ia telah melakukan dosa besar. Ia harus bertaubat kepada Allah dan tidak mengulangi lagi.&lt;br /&gt;[sunting] Puasa&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa pada bulan Ramadhan yaitu bulan kesembilan dari bulan hijriyah.&lt;br /&gt;Sifat puasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seorang muslim berniat puasa sebelum waktu shubuh (fajar) terang. Kemudian menahan dari makan, minum dan jima’ (hubungan lain jenis) hingga terbenamnya matahari kemudian berbuka. Ia kerjakan hal itu selama hari bulan Romadhon. Dengan itu ia menghendaki ridho Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puasa terdapat beberapa manfaat tak terhingga. Diantara yang terpenting :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Merupakan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Seorang hamba meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya demi Allah. Hal itu diantara sarana terbesar mencapai taqwa kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;   2. Adapun manfaat puasa dari sudut kesehatan, ekonomi, sosial maka amat banyak. Tidak ada yang dapat mengetahuinya selain mereka yang berpuasa atas dorongan akidah dan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Zakat&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memerintahkan setiap muslim yang memilki harta mencapai nisab untuk mengeluarkan zakat hartanya setiap tahun. Ia berikan kepada yang berhak menerima dari kalangan fakir serta selain mereka yang zakat boleh diserahkan kepada mereka sebagaimana telah diterangkan dalam Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab emas sebanyak 20 mitsqal. Nishab perak sebanyak 200 dirham atau mata uang kertas yang senilai itu. Barang-barang dagangan dengan segala macam jika nilainya telah mencapai nishab wajib pemiliknya mengeluarkan zakatnya manakala telah berlalu setahun. Nishab biji-bijian dan buah-buahan 300 sha’. Rumah siap jual dikeluarkan zakat nilainya. Sedang rumah siap sewa saja dikeluarkan zakat upahnya. Kadar zakat pada emas, perak dan barang-barang dagangan 2,5 % setiap tahunnya. Pada biji-bijian dan buah-buahan 10 % dari yang diairi tanpa kesulitan seperti yang diairi dengan air sungai, mata air yang mengalir atau hujan. Sedang 5 % pada biji-bijian yang diairi dengan susah seperti yang diairi dengan alat penimba air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara manfaat mengeluarkan zakat menghibur jiwa orang-orang fakir dan menutupi kebutuhan mereka serta menguatkan ikatan cinta antara mereka dan orang kaya&lt;br /&gt;[sunting] Haji&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Islam kelima adalah haji ke baitullah Mekkah sekali seumur hidup. Adapun lebihnya maka merupakan sunnah. Dalam ibadah haji terdapat manfaat tak terhingga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pertama, haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah ta’ala dengan ruh, badan dan harta.&lt;br /&gt;   2. Kedua, ketika haji kaum muslimin dari segala penjuru dapat berkumpul dan bertemu di satu tempat. Mereka mengenakan satu pakaian dan menyembah satu Robb dalam satu waktu. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, kaya maupun miskin, kulit putih maupun kulit hitam. Semua merupakan makhluk dan hamba Allah. Sehingga kaum muslimin dapat bertaaruf (saling kenal) dan taawun (saling tolong menolong). Mereka sama-sama mengingat pada hari Allah membangkitkan mereka semuanya dan mengumpulkan mereka dalam satu tempat untuk diadakan hisab (penghitungan amal) sehingga mereka mengadakan persiapan untuk kehidupan setelah mati dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;(sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2568300159411662089-3158940457024608133?l=fiqihislam-vicky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/feeds/3158940457024608133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-iman.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3158940457024608133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2568300159411662089/posts/default/3158940457024608133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fiqihislam-vicky.blogspot.com/2010/01/rukun-iman.html' title='Rukun Islam'/><author><name>vicky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09409230232582913636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
